Patahkan Mitos PSM Tak Pernah Kalah Dikandang, PSIS Menang 0-1

Heru Setyawan (31) satu-satunya penentu kemenangan PSIS atas PSM 0-1 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (11/9). (Foto : dok.PSIS)

SIGIJATENG.ID, Semarang – PSIS berhasil menjadi tim pertama di Liga 1 2019 yang mampu mencuri poin. Tak hanya satu poin, kemenangan 0-1 Hari Nur dan kawan-kawan atas rumah PSM Makassar, menjadi pemutus rekor alias mitos selalu menang tim tuan rumah saat bertanding di depan pendukungnya sendiri di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (11/9).

Satu-satunya gol yang tercipta di laga itu dilesakkan Heru Setyawan (31) alias “Etoo” pada menit ke-63 babak kedua.

Memanfaatkan kemelut di kotak pinalti dan blunder yang dilakukan Aaron Evans yang terlambat membuang bola, tendangan keras Heru Setyawan tak mampu ditahan kiper PSM, Rivky Deython Mokodompit.

Atas kemenangan tersebut, membuat PSIS merangsek ke posisi 11 klasemen sementara LIga 1 2019 dengan 19 poin. Sementara kekalahan yang diderita PSM, menjadi kekalahan pertama klub asal Makassar tersebut di kandangnya sendiri.

Pada Liga 1 musim ini PSM mampu menyapu bersih tujuh laga kandang yang telah mereka jalani sebelumnya. Tim ayam jantan ini menjadi salah satu dari dua tim yang selalu meraih hasil sempurna selain Bali United, yang kini menempati posisi pertama klasemen Liga 1.

Saat pertandingan berlangsung, kedua tim saling serang menyerang dimulai dari menit-awal babak pertama. Meski bermain sebagai tim tamu, PSIS berani meladeni permainan terbuka tim tuan rumah.

Bahkan pada babak pertama, PSIS lebih banyak mendapat peluang-peluang berbahaya memanfaatkan skema serangan balik.

Sementara itu tuan rumah yang sejak awal laga mengincar gol ke gawang PSIS, tidak mampun memberikan tekanan berarti akibat kokohnya lini pertahanan PSIS.

Strategi yang dijalankan PSIS dengan mematikan gerakan Wiljan Pluim sepertinya cukup berhasil. Gelandang asal Belanda yang menjadi motor serangan PSM ini selalu mendapatkan pengawalan ketat dari pemain di lini tengah PSIS.

Dengan strategi itu, nyaris lini depan PSM tak memperoleh suplay bola pada babak pertama. Hingga turun minum, skor bertahan imbang 0-0.

Pada babak kedua, PSM sedikit mengubah permainan dengan lebih banyak mengalirkan bola dari sisi sayap dan mengalirkan bola dengan satu dua sentuhan.

Namun, ketatnya penjagaan lini belakang PSIS asuhan Bambang Nurdiyansah, yang dikawal Wallece Costa membuat Amido Balde dan Zulham Zamrun seakan tak memiliki ruang untuk membuat tekanan ke gawang tim tamu.

Sebaliknya, strategi serangan balik yang diterapkan PSIS ternyata berhasil membuat gangguan di lini belakang tuan tumah. Puncaknya terjadi pada menit 63 babak kedua.

Bek PSM, Aaron Evans melakukan blunder lantaran terlambat membuang bola di area penalti. Bola buangan membentur kaki pemain PSIS, Hari Nur dan membuat arah bola menuju Heru.

Tak menyiakan kesempatan, dengan tendangan kerasnya Heru menceploskan bola ke gawang PSM.

Skor pun berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan PSIS. Setelah gol tersebut, kubu tuan rumah berusaha menyamakan kedudukan.

Pelatih PSM, Darije Kalezic mengubah strategi dengan hanya menempatkan tiga pemain belakang dan memperbanya pemain di lini depan. Hasilnya permainan mereka lebih terbuka, dan membuat beberapa peluang tercipta baik di depan gawang PSM maupun PSIS.

Beberapa kali Wiljan Pluim dan kawan-kawan mampu mengancam gawang PSIS yang dijaga Jandia Eka Putra namun belum juga berhasil menyarangkan bola ke gawang Tim Mahesa Jenar.

Sementara lewat teknik serangan baliknya PSIS, dua pemain andalan PSIS, Septian David maulana dan Hari Nur juga beberapa kali mengancam gawang PSM.

Sampai peluit panjang peluit babak kedua dibunyikan wasit, skor tetap bertahan untuk kemenangan PSIS, 0-1.(Parwito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here