Papillon Studio Bekali Mahasiswa Udinus Cara Membuat Film Animasi

Caption: Mahasiswa Udinus saat mengikuti pelatihan pembuatan story board untuk film animasi bersama Papillon Studio, Kamis (11/07/19)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Perusahaan animasi Indonesia, Papillon Studio, gelar pelatihan pembuatan storyboard bersama puluhan mahasiswa program studi Animasi D-4 Universitas Dian Universitas (Udinus), Kamis (11/07/2019). 

Pelatihan yang diselenggarakan di Taman Sri Gunting kawasan Kota Lama, Semarang ini menjadi ajang para mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan dalam membuat alur cerita pada sebuah film animasi.

Direktur Papillon Studio, Burhan Arif mengatakan,  pengajaran yang biasanya diadakan di dalam ruang kelas, kini diubah menjadi pelatihan di luar ruang kelas sebagai upaya meningkatkan daya eksploratif dan kreativitas mahasiswa. 

“Sebelum pelatihan ini, mahasiswa juga telah diberikan berbagai ilmu sinematografi saat berada di dalam kelas,” ujarnya. 

Dalam pelatihan ini,  setiap mahasiswa disatukan dalam satu alur cerita namun dibedakan pada tiap episodenya. Mereka pun diperbolehkan untuk berdiskusi satu dengan lainnya untuk menentukan ide cerita yang akan diambil. Para mahasiswa pun juga diberikan kebebasan dalam menentukan setting, tokoh dan lainnya didalam storyboard yang mereka buat. 

Menurutnya pemilihan lokasi pelatihan di kawasan Kota Lama menjadi hal penting, karena banyak objek-objek yang mampu memberikan ide dalam pembuatan storyboard dari mahasiswa. Seperti, turis yang berkunjung, objek lampu yang artistik, desain bangunan di kawasan Kota lama dan sebagainya. 

“Kami mengajak para mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas dan daya eksploratif dalam membuat sebuah cerita animasi. kegiatan ini merupakan aplikasi dari pembelajaran di kelas,” imbuhnya.

Sementara itu Kaprodi Animasi Udinus, Khafiizh Hastuti mengungkapkan pembelajaran di luar ruangan sebagai satu cara untuk melatih mental para mahasiswa Progdi Animasi D-4 Udinus untuk siap terjun ke dunia industry kreatif. 

“Kami ingin melatih mental para mahasiswa agar kuat saat terjun ke dunia industry kreatif nantinya. Selain itu juga mereka dapat mengambil dan menumbuhkan ide-ide yang kreatif dari lingkungan yang ada seperti di Kota lama Semarang,” paparnya.

Apalagi saat ini, lanjutnya, dunia animasi di era digital akan terus berkembang dan menjadi alat untuk penyampaian informasi yang mudah dipahami oleh masyarakat. (Taufiq).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here