Pabrik Fiber Optik Butuh 600 Tenaga Kerja, Bupati Mirna Berharap 70 % Asli Kendal

Bupati Mirna Annisa bersiap akan melakukan peletakan batu pertama PT MBG di KIK Kaliwungu Kendal, Kamis (21/3/2019). ( foto dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Keberadaan pembangunan pabrik optik core terbesar se Asia Tenggara dengan kapasitas produksi mencapai 10.5 juta Fkm tiap tahunnya yang berdiri di Kawasan Industri Kendal akan menyerap ratusan tenaga kerja.  

Setidaknya pabrik yang merupakan kerjasama antara perusahaan Tiongkok dan domestik tersebut akan menyerap sebanyak 600 tenaga kerja. Tentunya hal itu akan menjadi peluang bagi masyarakat Kendal khususnya dalam mengurangi angka pengangguran. 

Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan jika kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki angka pertumbuhan ekonomi baik di Jawa tengah.

“Angka kemiskinan di Kendal turun. Pada tahun 2017 angka kemiskinan mencapai 13 persen, namun saat ini sudah turun menjadi 8 persen. Ini merupakan prestasi yang patut disyukuri,” katanya.

Atas berdirinya pabrik fiber optic itu, Mirna berharap dan akan memperjuangan bahwa dari 600 tenaga kerja itu, nantinya hingga 70 persennya adalah tenaga kerja dari internal kabupaten Kendal. Sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekomoni di Kabupaten Kendal.

“Sangat senang tentunya dengan keberadaan pabrik ini. Apalagi pemerintah pusat telah memberikan peluang bahwa Kendal memiliki pusat kawasan industri. Saya harap 70 persen tenaga kerja berasal dari Kendal,” harapnya. 

Diketahui, jika pabrik fiber optik terbesar Asia tenggara milik PT Maju Gemilang Bersama ini, menanamkan investasi di kabupaten Kendal sebesar Rp 1 triliun. Dengan menempati tanah seluas 6 hektar di KIK. 

Presiden Direktur PT MBG, Frank wu mengatakan bahwa pembangunan pabrik di Kendal ini merupakan upaya pihaknya untuk selaras dengan kebijakan dari pemerintah dalam peningkatan produksi juga menggunakan komponen dari lokal.


“Kami memilih Kendal menjadi tempat investasi ini karena lokasinya yang strategis yakni berada di tepi pantai dan infrastruktur yang sudah memadai,” timpalnya usai Peletakan Batu Pertama pembangunan pabrik, Kamis (21/3/2019). 

Hingga di akhir tahun ini, pihaknya mulai melakukan kegiatan produksi. Pada semester pertama, setidaknya ditargetkan telah produksi separuh dari kemampuan produksi maksimal. (Dye/aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here