Baru Diresmikan, Miniatur Manasik Haji dan Umroh MAJT Jadi Rujukan Umat

Pengurus MAJT, Mantan Gubernur Jateng KH Ali Mufiz MPA dan Kanwil Kemenag Jateng Drs H Farhani SH MM, berfoto bersama dengan tamu undangans saat peresmian miniature manasik Haji dan Umroh MAJT, Jumat (5/4/2019).

SIGIJATENG.ID, Semarang – Miniatur Manasik Haji dan Umroh di Kompleks MAJT, persisnya berada di sisi utara halaman masjid diresmikan Jumat (5/4/2019).

Peresmian dilakukan usai salat Jumat, dihadiri mantan Gubernur Jateng KH Ali Mufiz MPA, Mantan Wagub Jateng sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng Drs KH Achmad, Kanwil Kemenag Jateng Drs H Farhani SH MM, pejabat Forkompimda Jateng, para pengelola KBIH, biro perjalanan umroh, pengurus MAJT dan tamu undangan lainnya.

Kehadiran miniatur ini diharapkan semakin menguatkan posisi MAJT sebagai destinasi wisata religi bertaraf internasional. Bahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Drs H Farhani SH MM optimis miniatur tersebut bakal menjadi kebanggaan dan dijadikan rujukan masyarakat Jawa Tengah.

Sekretaris MAJT Semarang KH Muhyidin MAg dalam laporannya mengatakan pembangunan miniatur manasik haji-umroh ini, sebagai upaya merespons aspirasi masyarakat. Fasilitas yang dibangun berupa miniatur Kabah, berukuran separoh dari Kabah asli di Tanah Suci. Kemudian tempat Sai Bukit Sofa-Marwah sepanjang 100 meter. Dilengkapi Jamarot, tempat melempar jumroh serta miniatur Wukuf di Arofah.  “Harapan dari pengurus, miniatur ini bermanfaat untuk umat Islam dari berbagai daerah,” kata Muhyidin.

Sementara, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutan tertulis dibacakan Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Jateng Slamet Imam Ihwadi mengatakan, pembangunan miniatur manasik haji-umroh tersebut adalah hal positif dan tepat. Mengingat, haji dan umroh merupakan ritual berkaitan rukun, wajib dan sunah, yang jika salah satu rukunnya tidak sah, maka batal atau tidak sah ibadahnya.

Fasilitas manasik haji MAJT ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk calon jamaah haji dan umroh asal Jateng. Jamaah dapat mempelajari dan praktik secara langsung cara ibadah haji dan umroh yang benar.

“Pesan saya, fasilitas ini agar dirawat dengan baik, dijaga kebersihannya dan digunakan kemajuan umat,” kata Ganjar.

Ditegaskan Ganjar, Jateng merupakan urutan ke-3, provinsi yang paling banyak kuota Jemaah hajinya. Dan diakui pelayanan dan penyelenggaraan pelaksanaan ibadah haji dari tahun ke tahun semakin baik dan tanpa ada masalah berarti. Namun, dalam upaya pelayanan kepada para jamaah dan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka penting untuk selalu mengevaluasi dan perbaikan di berbagai bidang.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag Jateng Drs H Farhani SH MM menyatakan berterima kasih kepada MAJT atas pembangunan miniatur manasik haji tersebut. Selain akan menambah siar MAJT juga bermanfaat bagi calon haji-umroh serta peserta didik yang membutuhkan praktik lewat manasik seperti ini.

Saat ini semakin banyak masyarakat yang membutuhkan manasik haji-umroh yang representatif.

“MAJT telah menyediakan fasilitas untuk manasik haji dan umroh. Perkiraan kami, tempat ini akan dimanfaatkan banyak orang,” katanya. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here