Menuju Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Sektor Industri Kendal Menjadi Pilot Project di Jateng

SIGIJATENG.ID, KENDAL – Dunia sektor industri di Jawa Tengah dalam kurun waktu setahun terakhir di 2018 mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi dari sektor industri mencapai 5,55 persen. 

“Di bidang sektor lainnya seperti perdagangan menyumbang 27 persen. Namun yang paling menyumbang terbesar yakni di sektor bidang industri,” kata Sentot B Widoyono, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Rabu (30/10).

Menurutnya, data yang biasanya dirilis setahun sekali tersebut nantinya akan dilakukan per triwulan tepatnya di bulan November ini. Harapannya data yang berkembang bisa langsung cepat diketahui. 

“Pertumbuhan ekonomi di Kendal saja didukung dari sektor industri baik skala besar maupun skala kecil. Data itu akan kita rilis setiap triwulan,” tuturnya usai acara gathering dan workshop pendataan industri besar dan sedang yang digelar di PT Terryham Proplas Indonesia Kends, Rabu (30/10). 

Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur mengatakan tentunya menjadi harapan dan peluang besar bagi daerah khususnya Kabupaten Kendal yang memiliki banyak potensi. Adanya kawasan industri di Kendal membuat kemajuan dan pertumbuhan ekonomi daerah turut meningkat.
“Bagaimana tidak, wilayah Kabupaten Kendal yang memiliki banyak potensi ini mampu mendorong serta menyumbang pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” kata dia.

Di era revolusi industri 4.0 ini, pemerintah daerah akan turut mengembangkan agro industri tidak hanya di kawasan wilayah bawah saja. Namun, kawasan wilayah atas pegunungan juga. “Baik dibidang pertanian, peternakan dan perkebunan,” terang Masrur. 

Ia menyampaikan, diakui memang bahwa Kendal diberikan kekayaan dan potensi yang sangat luar biasa. Baik potensi pesisir pantai yang berdampingan dengan akses jalan nasional Pantura maupun potensi alam pegunungannya. 

“Bukan sebuah kebetulan lagi, tapi alam di Kabupaten Kendal memang mendukung pertumbuhan ekonomi secara meluas. Dari sektor industri maupun sektor agro industri lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Taufik Bawasier dari Kementerian Perindustrian RI menambahkan, secara komposisi sektor industri di Kendal memang tumbuh diatas normal. Sehingga tidak salah jika Kendal bisa dijadikan sebagai acuan dan rujukan bagi daerah lain khususnya di Jawa Tengah. 

“Sektor industri di Kendal tumbuh diatas angka normal, sehingga mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan daerah. Selain itu, Kendal tidak sekedar menjadi pilot project saja, bagi daerah lain,” pungkasnya. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here