Maksimalkan Potensi Wisata Pegunungan, Inilah Upaya Pemkab Pekalongan

Masyarakat pegunungan Kecamatan Petungkriyono manfaatkan teknologi jaringan internet sebagai ladang informasi dan ikut membangun wilayahnya dengan mempromosikan potensi pariwisata yang ada.

SIGIJATENG.ID, Pekalongan – Menjelajahi alam pegunungan yang memiliki berbagai potensi memang tak kalah menariknya dibandingkan wilayah perkotaan. Mulai suasana kampung, seni budaya, kultur masyarakat, seni budaya dan potensi panorama keindahan alamnya yang segar merupakan kenikmatan tersendiri dan tak ada habisnya.

Jaringan internet juga dimanfaatkan para santri sebagai media pembelajaran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan menjadi mudah dan cepat.

Apalagi potret gaya hidup masyarakatnya, sudah tentu berbeda. Bahkan, kabarnya kehidupan masyarakat pegunungan selalu memilukan. Mulai soal kondisi kemiskinan, pendidikan rendah hingga keterbelakangan maupun ketertinggalan.

Bagi masyarakat yang tinggal di pegunungan di Kabupaten Pekalongan terutama di Kecamatan Petungkriyono hal itu juga masih berlaku. Bahkan, wilayah tersebut pada beberapa tahun lalu juga disebut sebagai wilayah yang memiliki potret kemiskinan di Provinsi Jawa tengah.

Namun, seiring berjalannya waktu. Selama kurun waktu tiga tahun terakhir ini kondisi wilayah Kecamatan Petungkriyono semakin berangsur-angsur mulai berkembang dengan baik. Hal itu mulai terlihat sejak kepemimpinan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yang serius menata kawasan pegunungan menjadi baik.

Bahkan, kawasan pegunungan di wilayah Petungkriyono kini menjadi surga bagi masyarakat kota. Yakni dengan memberdayakan anugerah potensi kekayaan alam menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat pegunungan dan sekitarnya. Seperti dibukanya berbagai destinasi alam yang dijadikan obyek wisata.

Tentu, hal itu mampu mengundang wisatawan lokal maupun luar berbondong-bondong datang untuk menikmati kesejukan dan keindahan panorama alam tersebut. Selain itu, kondisi keberadaan berbagai destinasi wisata turut juga memancing para perusahaan penyelenggara jasa internet atau provider untuk andil bagian.

Hal itu disebutkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Sejak dilantik pada 2016 lalu, dirinya memang berupaya ingin mengincar pemerataan pembangunan di daerah atas yang memiliki banyak potensi alamnya. yakni melalui kerjasama dengan provider untuk memperkuat jaringan.

“Keinginan ini sudah lama sekali. Hak merdeka itu adalah milik semua orang, tak hanya di kota, desa, maupun di pegunungan, semua sama. Sehubungan keterbatasan maka ada skala prioritas, daerah kota lebih cepat sebab dekat dengan pemerintahan, dibandingkan desa atau pegunungan sehingga cukup lambat. Sesuai tekad saya sejak dilantik ingin mempercepat pembangunan desa atau pegunungan, agar kesejahteraan cepat diraih semua masyarakat,” terang dia, kemarin.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pekalongan, Pemkab terus berupaya melakukan langkah salah satunya yakni dengan membuka akses penyebaran sinyal di kawasan yang kerap dijuluki negeri atas awan dan berada di ketinggian 1.294 mdpl sebab selalu mengeluarkan kabut tebal.

Kepala Diskominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosyidi juga menyebutkan bahwa sejak dibukanya kawasan daerah atas yang memiliki berbagai ekowisata dan dijadikannya sebagai potensi pariwisata tersebut, jaringan sinyal mulai diperkuat melalui layanan kerjasama dengan pihak provider, maupun penyedia jasa optik telekomunikasi.

“Daerah itu sebenarnya memang ada kawasan yang tidak bisa ditembus sinyal dengan kata lain blank spot. Akan tetapi kondisi itu sekarang sudah diperkuat, sehingga sebagian besar wilayah di kecamatan Petungkriyono kini sudah mampu menerima sinyal provider secara baik dan jelas,” ucapnya.

Adanya teknologi jaringan informatika di kawasan daerah atas itu, menurut Anis sangatlah penting. Sebab, selain sebagai potensi terbesar pariwisata alam, juga memudahkan komunikasi dan pelayanan pengiriman data dari daerah atas ke pusat pemerintahan. “Jaraknya memang cukup jauh dan membutuhkan waktu hitungan jam. Ini juga dibuktikan ketika dilakukan agenda peliputan di sekitaran kantor Kecamatan Petungkriyono, yang merupakan area wisata air terjun, kini sinyalnya sudah sangat baik,” tuturnya.

Keberadaan teknologi jaringan informatika tersebut juga begitu sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar. Mereka kini bisa memanfaatkan teknologi tesebut untuk bisa melihat dan membaca kondisi perkembangan jaman melalui internet.

Bahkan para santri Pondok Pesantren At Taufiqy Petungkriyono, saat dilakukan demo penggunaan internet di laptop menggunakan jaringan provider yang sudah ada. Pengajar pesantren mengaku mendapati sinyal yang bagus. “Sinyal sangat bagus bisa membuka internet dengan baik. Mungkin nanti bisa dimanfaatkan untuk hal baik, mengembangkan pengetahuan, sebab semuanya ada di internet,” kata Ustad Ali, guru muda At Taufiqy Petungkriyono.

Anak-anak santri pun terlihat senang melihat demo pengajaran menggunakan media bantuan teknologi tersebut. Sebab bisa memunculkan banyak informasi pengajaran, seperti metode membaca huruf arab.

Tak hanya anak-anak saja, dari kalangan generasi milenial pun juga tak mau ketinggalan memanfaatkan teknologi jaringan informasi itu agar tidak dipandang terbelakang. Salah satunya dengan memanfaatkan sinyal internet untuk mempromosikan pariwisata, bersosial media, bahkan ada juga yang digunakan untuk berjualan online.

Utomo Basuki (42) salah seorang warga yang memiliki warung bakso dan mie ayam tak jauh dari Kecamatan Petungkriyono ini. Dirinya mengaku sudah dua tahun ini sengaja menyediakan layanan hotspot wifi gratis bagi pelanggan yang sebagian besar merupakan kaum milenial. “Saya memang sengaja memasang wifi gratis. Sebab kebanyakan pelanggan kaum millenial. Kalau dulu semua susah, tapi sekarang sejak ada sinyal sudah semakin enak. Tak hanya menonton youtube, nonton berita saja tapi juga bisa bermain sosial media,” tukasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here