Maju Nyaleg, Kholif Asrofi Bersosialisasi sambil Berjualan Tempe Keliling

Berjualan tempe dan susu kedelai keliling dari kampung ke kampung, Kholid Asrofie SH bersosialisasi pencalonan dirinya maju menjadi calon legislatif DPRD Kendal.

SIGIJATENG.ID, Kendal –  Maju menjadi calon legislatif tidak harus dari kalangan berada atau memiliki modal yang banyak. Yang dibutuhkan adalah keberanian dan mau bekerja keras untuk mencari dukunangan. Seoarang pemuda asal Kendal yang setiap hari jualan tempe keliling dan susu kedelai berani maju sebagai calon anggota legislative DPRD Kabupaten Kendal.

Adalah Kholif Asrofi. Dia warga Desa Ngawensari Kecamatan Ringinarum Kendal. Dia mengaku tidak memiliki dana besar namun sudah mantap untuk maju menjadi calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Kendal. Sambil berjualan tempe dan susu kedelai, Kholid bersosialisasi membagikan alat peraga kampanye pada setiap pelanggannya. 

“Saya sudah bertekad sejak awal memang tidak ada biaya untuk maju, tetapi semangat untuk membangun menjadi modal utama saya,” ujar pria yang ternyata pernah mengenyam pendidikan perguruan tinggi swasta dan bergelar Sajana Hukum ini, Jumat (5/4/2019). 

Setiap pagi Kholid berjualan tempe dan susu kedelai yang diambilnya dari produsen tempe dari wilayah Kecamatan Gemuh. Sore harinya, ia berjualan sate ayam keliling dengan sepeda motornya. “Ya sambil menyelam minum air Mas. Sembari berjualan, saya membagikan alat peraga kampanye,” bebernya. 

Hanya dagangan berupa tempe dan susu kedelai yang ia siapkan dan dijual keliling dari kampung satu ke kampung lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, rumahnya yang sederhana menjadi posko pemenangan dirinya untuk maju menjadi anggota legislatif DPRD Kabupaten Kendal. 

Untuk menyediakan alat peraga kampanye berukuran besar seperti baliho, maupun spanduk lainnya, hal itu tidak ia lakukan sebab memerlukan dana yang cukup besar. “Dana pembuatan baliho arau spanduk biayanya terlalu besar. Saya cukuo bersosialiasi menggunakan cara lain seperti ini, yakni cukup sambil berjualan tempe dan susu kedelai sembari menyapa konstituennya,” terang Kholid.

Baginya, meski hanya dengan berjualan tempe dan susu kedelai, hal itu tidak menyurutkan dirinya untuk berjuang meraih simpati warga sambil bersosialisasi dan berkampanye sendirian. 

Wilayah di daerah pemilihannya yakni Gemuh, Ringinarum dan Weleri selalu disambangi sambil menjajakan tempe yang dijualnya seharga Rp 2.000 perbungkus. Diketahui jika Kholid Asrofie tercatat sebagai caleg DPRD Kendal, Dapil V dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan nomor urut tujuh. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kendal, Widya Kandi Susanti juga membenarkan hal itu dan memberikan dukungan semangat untuk Kholid Asrofie yang ingin maju menjadi calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Kendal. 

Widya mengatakan semangat Kholid memang sangat tinggi untuk menjadi wakil rakyat perlu mendapat dukungan dan suport dari partai. “Sebagai ketua partai selain mendukung secara moral, kami berharap Kholid bisa mewakili suara rakyat bawah,” tandasnya. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here