Mahasiswa KKN Undip Sulap Durian Hambar Jadi Makanan Lezat, Begini Cara Buatnya

Olahan makanan dari duian hambar bikinan mahasiswa KKN Undip di Desa Trayu Singorojo Kendal

SIGIJATENG.ID, Kendal – Saat musim durian tiba, banyak penggemar durian berlomba-lomba mencari durian yang manis dan lezat. Namun, tak jarang kita menemukan durian yang hambar. Faktanya durian hambar tersebut dapat disulap menjadi olahan makanan yang lezat. Mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2019 telah berhasil memproduksi selai durian serta kripik biji durian khas Desa Trayu.

Firman perwakilan dari KKN Tim 1 Undip 2019 Desa Trayu, Kec. Singorojo, Kendal mengatakan, Desa Trayu merupakan desa dengan hasil produksi buah durian yang banyak. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UNDIP membantu masyarakat untuk menciptakan olahan makanan durian hambar khas Desa Trayu sehingga dapat dijual dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Daging durian yang hambar dapat dipisahkan dari biji durian (pongge). Daging durian tersebut nantinya diolah menjadi selai durian sedangkan pongge diolah menjadi kripik biji durian,” kata Firman.

Adapun Cara membuat selai durian pun sangat mudah, yaitu :

  1. Daging durian diblender agar menjadi halus
  2. Masak daging durian yang sudah diblender dengan air matang kemudian ditambahkan gula
  3. Aduk masakan hingga membentuk selai

Sedangkan cara membuat kripik biji durian sendiri, yaitu :

  1. Kupas pongge hingga daging biji berwarna putih terlihat
  2. Iris tipis-tipis membentuk kripik
  3. Rendam irisan pongge dengan kapur sirih selama 1 jam untuk menghilangkan lendir juga membuat kripik menjadi lebih renyah
  4. Cuci bersih irisan pongge
  5. Rebus irisan pongge yang sudah direndam kapur sirih dengan air garam selama 10 menit
  6. Setelah direbus, goreng irisan pongge

Setelah selai durian dan kripik biji durian diproduksi, serta dikemas dengan sangat menarik. “Kita melakukan sosialisasi ke masyarakat Desa Trayu dengan harapan agar masyarakat dapat memproduksi selai durian dan kripik biji durian sendiri di rumah sehingga dapat dijual dan menjadi penghasilan tambahan,” pungkas Firman.

Berita dan Foto : Tim KKN Desa Trayu

Editor : Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here