Luar Biasa, Ratusan Mahasiswa UIN Walisongo Kuliah Sambil Berwirausaha

Dr. HM. Asrorun Ni'am Sholeh MA Selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI didampingi Rektor UIN memberikan keterangan kepada wartawan. ( foto aris syaefudin/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang kuliah sambil berwirausaha ternyata banyak. Terbukti, mahasiswa yang berada di Ngaliyan Semarang ini sudah memiliki usaha sendiri jumlahnya ratusan dengan mayortitas berbasis online. Yang menggembirakan, usaha mereka juga sudah menghasilkan uang dan mereka sudah tidak lagi minta kiriman dikirim uang dari orang tuannya. Bahkan, ada beberapa mahasiswi yang omzet usahanya itu sudah di atas Rp 5 juta perbulan dan menerebos luar negeri.

Tingginya jiwa kewirauasahaan mahasiswa UIN Walisongo terlihat dalam kegiatan seminar Penumbuhan Minat Kewirausahaan dikalangan Pemuda dengan maksud penumbuhan minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda Tahun 2019 di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Jl. Prof. Dr. Hamka Ngaliyan Semarang. Selasa (10/9/2019). Acara tersebut digelar UIN Walisongo Semarang Bersama Kemenpora RI. Hadir sebanyak 500 mahasiswa UIN dari S1 hingga S-2.

Dr. HM. Asrorun Ni’am Sholeh MA Selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI, mewakili Menpora Imam Nahrawi, saat bertanya tentang sejumlah pertanyaan tentang usaha-usaha mereka.
“Alhamdulillah. Ini sangat membanggakan. Banyak yang sudah memiliki usaha sendiri. Apalagi juga sudah banyak yang membuahkan hasil,” kata Asrorun Ni’am Sholeh.

Menurut Asrorun Ni’am dalam berwirausahaan dibutuhkan komitmen, berani mengambil peluang sekecil apapun, kreatif, inovatif dan cepat beradaptasi terhadap perubahan. Dan yang terpenting jangan takut gagal, serta tidak meremehkan sesuatu yang mungkin oleh orang banyak dianggap remeh. Karena bisa jadi, menekuni usaha yang kebanyakan orang dianggap remeh, justru akan memdatangkan rejeki.

“Jangan pernah menganggap remeh terhadap sesuatu. Salah satu teman kita tadi sudah membuktikan. Dia menekuni usaha jualan kaos kaki wanita lewat online. Sepertinya hal yang remeh, namun kenyataanya malah banjir order. Saat ini, karena zaman online, zaman medsos, manfaatkan itu,” kata Asrorun Ni’am.

Hadir juga dalam kesempatan itu anggota Komisi X DPR RI Dr. H. A Mujib Rohmat MH, Drs. Imam Gunawan, M.Ap selaku Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI dan turut mendampingi Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Imam Taufiq MAg serta para Dekan, para kepala lembaga dan para kabag di lingkungan UIN Walisongo Semarang.

Sementara, Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr H Imam Taufiq MAg dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya kepada para mahasiswa dan mahasiswi terpilih sebagai peserta di kegiatan ini. Menurutnya ada 500 peserta yang terpilih setelah melalui proses pendaftaran yang begitu ketat, terhitung ada 1600 an pendaftar pada kegiatan pagi ini.
“Keinginan mahasiswa UIN Walisongo Semarang dan para pemuda pemudi untuk berwirausaha gayung bersambut dengan program kemenpora RI. Hal ini terbukti hari ini hadir 500 calon wirausahawan muda ditengah-tengah kita,” ungkap Imam Taufiq.

Imam Taufiq mengatakan, setelah beberapa bulan lalu dilantik menjadi Rektor UIN Walisongo Semarang dirinya berkeinginan UIN Walisongo Semarang bergerak lebih maju. Maju tidak hanya akademik, namun juga pembangunan fisiknya.
“Saat ini UIN Walisongo Semarang sedang berbenah, pada tahun ini Insya Allah akan selesai pembangunan delapan gedung baru dan diharapkan pembangunan tersebut bisa mensupport pelayanan kepada mahasiswa. Dan saya berharap peran alumni yang bergelut di bidang wirausaha dapat lebih berguna untuk Negara sehingga mereka tidak bercita-cita menjadi seorang PNS,” katanya.

Imam mengatakan, umat Islam memang seharusnya mau berwirausaha. Beliau mencotohkan sosok muslimah seorang wirausahawati yang sukses dalam bisnis dan juga sekaligus sukses dalam memperjuangkan agama Allah SWT ditengah-tengah kaum jahiliyah masa itu.
“Khadijah binti Khuwailid merupakan isteri pertama Nabi Muhammad SAW seorang wirausahawati yanga sangat sukses dan tidak eman memberikan hartanya untuk memperjuangkan agama Islam. Beliau sosok yg bisa jadi panutan karana mampu mengoptimalkan segala keahliannya untuk menjadi sukses di dunia dan dijalan Allah SWT. Maka dari itu gunakan kesempatan ini untuk memperoleh ilmu sebaik-baiknya sehingga bisa menjadi wirausahawan sukses yang mengikuti jejak Khadijah berjuang di jalan Allah SWT,” tuturnya.

“Tampillah jadi Pemuda hebat, Pemuda Mandiri, Pemuda yang bisa membangun daerahnya sendiri dengan merubah mindset dan dengan modal usaha yang sedikit bisa dikembangkan dengan baik,” tegasnya.

Sementara, Dr. H. A Mujib Rohmat MH selaku DPR RI Komisi X dari Fraksi Partai Golkar, dalam keynote speechnya mengatakan bahwasanya penting sekali menanamkan jiwa entrepreneurship pada diri pemuda saat ini.
“Jiwa entrepreneur tidak hanya datang secara takdir akan tetapi butuh digali dengan baik serta sungguh-sungguh, karna seorang entrepreneur sukses harus kreatif, inovatif dan berintegritas,” terangnya.

Menurut dia, mahasiswa jangan selalu berorientasi pada pekerjaan yang digaji. Yang paling baik adalah bagaimana mahasiswa menjadi orang yang menggaji. “Berdasarkan data yang ada, prosesntasi pemuda Indonesia yang berwirausaha masih dibawah Negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Tahiland. Sementara sarjana yang berwirausaha juga lebih sedikir disbanding lulusa SMA dan SMP,” tegasnya. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here