Langkah Bupati Yuni di Pilkada Sragen 2020 Diprediksi tak Mulus

Bupati Yuni bersama.pengurus DPC PDIP Sragen. (santo)

SIGIJATENG.ID, Sragen – Langkah Kusdinar Untung Yuni Sukowati diprediksi belum tentu mulus di ajang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen 2020 mendatang. Meskipun rehabilitasi dia pasti diterima, dan juga menjadi calon Bupati Tunggal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sragen.

Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen Roso Prajoko menilai mulusnya Mbak Yuni diterima PDIP kembali menjadi kader merupakan proses komunikasi politik yang baik. Dia menegaskan tentu rehabilitasi ini  disertai komitmen yang tinggi sehingga DPP dan DPC kembali menerima dan mencalonkannya kembali.

Namun tidak lantas membuat Yuni bakal meleggang mudah memenangkan pertarungan di Pilkada Sragen. Dosen Ilmu Politik Universitas Boyolali ini menyampaikan jejak sejarah perjalanan Yuni dalam Pilkada patut diperhitungkan.

”Mulusnya Yuni kembali dicalonkan dari PDIP belum tentu memenangkan pertarungan pilkada 2020 mndatang. Hal ini kita lihat dari sejarah saat itu tahun 2011, Yuni diusung partai PDIP dan koalisi besar selain Golkar, PAN dan PPP namun kalah,” terang dia.

Menurutnya masih diperlukan jalan panjang agar Yuni memenangkan pertarungan. Kemenangan tergantung faktor internal, yakni kesolitan partai pengusung dan juga faktor eksternal yaitu strategi metode pemenangan tim kampnye dan juga finansialnya.

Sebelumnya Sekretaris DPC PDIP Sragen Suparno mengatakan, proses rehabilitasi hampir pasti diterima. Menurutnya DPP PDIP tidak akan memberikan keputusan rehabilitasi. Melainkan menyerahkan keputusan tersebut kepada DPC, yang lebih paham dengan rekam jejaknya. 

”Rehabilitasi diserahkan kepada masing-masing daerah. Intinya diserahkan kepada DPC,” ungkap Suparno kemarin.

DPC PDIP Sragen telah menyerahkan nama Kusdinar Untung Yuni Sukowati sebagai bakal calon bupati tunggal. Sementara lima nama telah diusulkan untuk menjadi wakil Yuni di Pilkada 2020 mendatang. ”Ada satu balon bupati dan lima wakil. Sudah kita laporkan secara administrasi ke DPP,” terangnya.Suparno mengaku, pihaknya sudah memaparkan nama-nama yang diusung maju pilkada termasuk rekam jejak dan komitmennya. Sementara semua keputusan rekomendasi cabub-cawabup menjadi kewenangan DPP. (santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here