Kuota PPDB Online SMPN di Kendal Capai 8.800, Inilah Tanggal Pendaftarannya

Ilustrasi

SIGIJATENG.ID, Kendal –Mulai pukul 00.00 pada Senin (17/6/2019) hingga 22 Juni 2019 depan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online tingkat SMP Kabupaten Kendal di mulai dan berakhir pukul 23.59 WIB. Ada sebanyak 8.800 kuota siswa-siswi untuk SMP negeri di Kabupaten Kendal yang tersebar di 50 SMP. 

Hal itu disampaikan Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal Parno, diruang kerjanya, Jumat (14/6/2019). Dia mengatakan, tahun ini jumlah lulusan dari sekolah dasar di Kabupaten Kendal tercatat sebanyak 13.260 peserta. 

“Kuota untuk peserta didik murid baru tahun ini ada sebanyak kurang lebih mencapai 8.800 orang yang tersebar di 50 SMP negeri seluruh wilayah Kabupaten Kendal,” terangnya. 

PPDB siswa baru yang dilakukan secara online ini, kata dia, pihak orangtua tidak perlu mengantre untuk mendaftar di sekolah. Pendaftaran bisa dilakukan melalui website siap-ppdb.com baik menggunakan ponsel, laptop, maupun komputer. 

“Setelah mengisi berkas pendaftaran, baru datang ke sekolah tujuan pada jam kerja. Pendaftaran secara online dimulai Senin 17 Juni pukul 00.00 dan berakhir Sabtu 22 Juni pukul 23.59. Lalu 23 Juni pengumuman penerimaan peserta didik baru dan daftar ulang 26-29 Juni,” jelasnya.

Mengenai alur pendaftaran, ia mengungkapkan calon siswa atau orangtua mendaftar secara online dan mencetak tanda bukti pendaftaran. Setelah itu menyerahkan tanda bukti beserta berkas persyaratan yang lain kepada operator PPDB.

“Peserta akan diberi tanda bukti telah melakukan verifikasi dan mereka bisa melihat hasil seleksi secara online,” beber Parno. 

Menurutnya, PPDB tahun ini terbagi atas jalur yakni sistem zona atau jarak tempat tinggal calon siswa dengan sekolah yang dituju. Sistem zona tersebut persentasenya mencapai 90 persen, sedangkan sisanya dari jalur prestasi lima persen, dan perpindahan tugas orangtua lima persen.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kendal, Ahmad Zaenudi menyampaikan, agar PPDB jangan mempersulit masyarakat. Sekolah juga harus mempertimbangkan siswa berprestasi, tetapi dari keluarga kurang mampu. Mereka jangan dipandang sebelah mata. 

“Pemkab harus melakukan pemerataan antara sekolah negeri dengan sekolah swasta. Sebab, keduanya sama-sama bertujuan untuk mencerdaskan generasi muda penerus bangsa,” tandasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here