Kuliah Umum di FPIK Undip, Karding Sebut Potensi Perikanan dan Kelautan Belum Tergarap

Ketua Umum Keluarga Alumni Perikanan Universitas Diponegoro (Kerapu), Abdul Kadir Karding memberikan kuliah umum kepada 769 mahasiswa baru dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) di kampus FPIK Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Senin (12/8/2019). ( Foto Aris Syaefudin/ sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang– Ketua Umum Keluarga Alumni Perikanan Universitas Diponegoro (Kerapu), Abdul Kadir Karding mengatakan mahasiswa perikanan dan ilmu kelautan harus tetap optimis akan masa depannya, mengingat peluang dan potensi yang luar biasa di depan mata. Hanya saja, sejauh ini potensi ini belum tergarap dengan maksimal. Karenanya, dia berharap para mahasiswa akan membekali dirinya dengan keunggulan baik skill, inovasi maupun jaringan, agar nantinya bisa meraih peluang yang ada itu.

Hal itu dikatakan Abdul Kadir Karding saat memberikan kuliah umum kepada 769 mahasiswa baru dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) di kampus FPIK Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Senin (12/8/2019).

“Masa depan Anda cukup cerah. Potensi perikanan dan kelautan terbuka lebar. Namun Anda harus memiliki keunggulan itu agar dapat bersaing. Mengingat Indonesia telah dicanangkan sebagai poros maritim dunia oleh Jokowi,” kata Abdul Kadir Karding, yang juga anggota Fraksi PKB DPR RI ini.

Selama ini potensi sektor perikanan dan kelautan belum tergarap maksimal. Belum tergarapnya potensi perikanan dan kelautan ini Karding minta agar pemerintah lebih serius menggarap sektor ini, supaya bisa meningkatkan perokenoman masyarakat.

“Potensi dari sektor perikananan dan kelautan Indonesia bila dikelola secara optimal mempu menghasilkan Rp 2.000 triliun. Ini menjadi tantantang bersama,” terangnya.

Dikatakan Karding, apa yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni pencanangan Indonesia sebagai poros maritime, maka sudah layak ke depan Indonesia mengandalkan pembangunan sektor kemaritiman. Indonesia jangan lagi hanya mengandalkan bidang pertanian dan perkebunan saja karena kesejahteraan rakyat dapat ditopang pada sektor perikanan dan kelautan.  Terlebih lagi sekitar 70% wilayah Indonesia terdiri atas lautan yang memiliki kekayaan aneka ragam hayati dengan berbagai macam ikan.

“Dari hasil penelitian potensi perikanan di Indonesia mencapai 6,4 juta ton/ tahun. Yang tergarap masih sangat kecil,” ujar Karding.

Menurutnya, ke depan konsumsi penduduk dunia terhadap daging merah diprediksikan bakal menurun dan digantikan daging putih dari ikan. Dengan demikian, potensi perikanan dan kelautan sangat menjanjikan, sehingga pemerintah perlu menangkap peluang ini.

“Mahasiswa FPIK bisa memanfaatkan peluang ini karena  masih banyak lahan kosong yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan biota laut,” ujar  mantan wakil ketua DPRD Jateng ini.

Sementara itu, Dekan FPIK Undip Prof. Tri Winarni Agustini, menyatakan kegiatan kuliah umum diikuti sebanyak 769 mahasiswa baru.

“Kami memang sering mengundang alamni saat-saat kegiatan seperti ini. Mengundang Bapak Abdul Kadir Karding yang juga alumni FPIK untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa baru,” ujar dia.(Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here