KPU Kendal Gelar Simulasi Coblosan di Desa Pakis Limbangan, Seluruh DPT Hadir

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal menggelar simulasi pelaksanaan Pemilu di Desa Pakis Kecamatan Limbangan, Rabu (3/4/2019). (foto dye/sigijateng.id)

SiGIJATENG.ID, Kendal – Sebagai tolak ukur yang riil dalam pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal menggelar simulasi pelaksanaan Pemilu di Desa Pakis Kecamatan Limbangan, Rabu (3/4/2019).

Simulasi di desain semirip mungkin dengan situasi pencoblosan yakni dimulai dari para pemilih datang untuk melakukan pencoblosan hingga pada rekapitulasi surat suara.

Dipilihnya TPS 1 Desa Pakis oleh KPU Kendal sebagai tempat pelaksanaan simulasi Pemilu tersebut, seluruh daftar pemilih tetap (DPT) yang tercatat di TPS hadir melakukan simulasi. 

Komisioner KPU Kendal, Rokhimudin mengatakan simulasi pelaksanaan Pemilu ini selain untuk menjadi tolak ukur pelaksanaan pemilu secara riil pada 17 April 2019 mendatang, juga untuk mengetahui estimasi waktu yang dibutuhkan pemilih dalam melakukan pencoblosan.

“Dalam melakukan pencoblosan dari masuk TPS hingga memasukan sidik jari ke tinta celup, hasilnya setiap warga yang memiliki hak pilih sekitar 4 menit hingga 6 menit,” kata dia. 

Menurutnya untuk pemilih di usia produktif lebih cepat dibandingkan dengan pemilih yang berusia lanjut sebab membutuhkan waktu lebih lama. Pemilih usia lanjut membutuhkan waktu sekitar enam menit sedangkan pemilih usia muda membutuhkan waktu empat menit.

“Jadi kegiatan simulasi ini juga untuk mengetahui kendala yang dihadapi saat pemilihan di masing-masing TPS, sehingga kami bisa mengantisipasi waktu pelaksanaan pemilu secara riil nantinya,” tuturnya. 


Sementara itu, Ketua Bawaslu Kendal, Odilia Amy Wardani yang juga turut hadir pada kegiatan itu mengatakan dalam pelaksanaan simulasi ini sudah sesuai dengan Standar Operasi Prosedur yang diatur dalam Undang-udang. “Kami berharap pada saat pemilihan nanti agar dapat dilaksanakan minimal seperti ini,” katanya. 


Salah seorang warga yang memiliki hak pilih, Sukini (65) warga Desa Pakis mengatakan dirinya kerepotan saat melakukan pemilihan sebab kurang leluasa dengan kondisi bilik yang sempit. 

“Bilik suara kurang luas, sehingga tidak leluasa saat melakukan pencoblosan. Terlebih tahun ini lebih sulit dibandingkan pencoblosan sebelumnya,” timpal dia. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here