Korban First Travel Desak Menag Berangkatkan Umroh

Pengacara korban First Travel Luthfi Yasid. (foto santo/sigijateng)

SIGIJATENG.ID, Solo – Para  korban First Travel mendesak  Menteri Agama berangkatkan umroh atau kembalikan uang yang telah disetorkan. Permintaan itu sesuai keputusan kementerian agama dengan para korban first travel.

Kuasa hukum korban First travel Luthfi Yasid, SH, MH LL,M mengatakan, pihaknya sudah lakukan pertemuan dan pembicaraan dengan Kemenag pusat mewakili 3.000 korban first travel yang intinya tetap meminta diberangkatkan umroh atau pengembalian uang pendaftaran sebesar Rp 14,5 juta/orang.

“Karena pemerintah melalui Kemenag harus ikut bertanggung jawab terhadap korban first travel untuk memberangkatkan atau mengembalikan uang pendaftaran tersebut,” tandas Luthfi disela-sela hadiri Kongres Advokat Indonesia di Solo kemarin.

Dikatakan Luthfi, kenapa pemerintah ikut bertanggung jawab lantaran seluruh aset first travel telah dikuasai negara. Kasus first travel juga seperti Lapindo, dimana pemerinrah memberikan ganti rugi. Sedangkan solusi yang telah dibicarakan dengan Kemenag, dengan memberangkat seluruh korban first travel secara bertahap. Harapan, setiap tahun diberangkat 10.000 jamaah. Sehingga dari dari 36.000 korban first travel selama penerintahan Presiden Jokowi bisa kelar.

Proses pembarangkatan umroh itu sendiri cukup 3 hari saja. Jamaah tidak harus ke Madinah, cukup Mekkah. Selain itu untuk ijin masuk, pemerintah kerjasama dengan pemerintah Arab Saudi untuk mempermudah visa dengan biaya cukup 20 Dollar/ orang. Kemudian untuk penginapan cukup yang paling murah dan makan juga.dicarikan katering yang harganya ringan.

“Karena intinya para korban first travel tetap berangkat umroh. Sedang mereka yang meninggal bisa diganti pihak keluarga,” tutur Luthfi yang juga nominator anggota KPK ini.

Hanya saja, kata Luthfi, permintaan tetap berangkat umroh untuk tahun 2020 ini belum ada penjadwalan. Pihaknya sendiri saat ini mendapatkan kuasa dari 3.000 korban firt travel yang berharap tetap bisa berangkat umroh. “Pembicaraan soal masalah first travel masih terus digodog kemenag. Karena dari 36.000 ribu korban, pihak fist travel dengan kerugian mencapai Rp 900 miliar ini, asetnya dikuasai pemerintah,” pungkas Luthfi yang juga wakil presiden DPP KAI.(santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here