KKN UPGRIS, Berantas DBD dengan Cara Aquaponic Ikan Lele

Tim KKN UPGRIS 2019 di wilayah Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari sedang sosialisasi cara pemberantasan Nyamuk Aedes Aegypti, Jumat (15/2/2019)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Demam Berdarah Dengue atau sering disebut DBD kerap membayangi masyarakat khususnya saat musim peghujan seperti saat ini. Pemberantasan rantai kehidupan Nyamuk Aedes Aegypti penting dilakukan masyarakat terhindar dari DBD.

Melihat kondisi tersebut, KKN UPGRIS 2019 di wilayah Kelurahan Siwalan Kecamatan Gayamsari memberikan pemaparan metode pemberantasan rantai kehidupan Nyamuk Aedes Aegypti yang cukup unik.

Metode memberantas jentik nyamuk tersebut ialah dengan cara aquaponic. Memanfaatkan Ember dimana didalamnya diisi dengan ikan lele. Metode seperti ini bisa dibilang praktis karena disamping bisa memberantas jentik nyamuk juga bisa menjadikan nilai usaha ekonomis pada waktu ikan lele berkembang tumbuh lebih besar.

Ketua Panitia Lukianos Guntur (23th) memberikan penjelasan bahwa aquaponic ini akan bisa menghasilkan usaha mandiri sekaligus bisa ikut mengurangi wabah DBD di wilayah tersebut. 

“Karena satu ember ukuran sedang bisa diisi ikan lele sampai 50 ekor, jika sudah berusia 3 bulan tanpa harus menguras pun ikan masih bisa bertahan asalkan tidak lupa juga untuk dikasih makan pelet setiap harinya”, ujarnya di Puskesmas Pembantu Kelurahan Siwalan, Jumat (15/2/2019).

Adapun metode pemberantasan nyamuk Aedes Aegypti tersebut disambut  baik oleh para peserta sosialisasi. Salah satunya Sugiyarti. Dirinya menilai merode itu memiliki manfaat ganda. Sedangkan untuk penerapannya tidak begitu sulit.

“Ini baru pertama kali ada cara yang praktis untuk memberantas nyamuk DBD dengan membuat aquaponic ikan lele, Unik tapi ada manfaat yang bagus di masyarakat. Nantinya ibu-ibu PKK dan FKK juga akan saya terapkan metode yang bisa menghasilkan ini”, ucapnya.

Pada kesempatan ini juga Heru Wibowo selaku kepala puskesmas Gayamsari menanggapi dan mengapresiasi positif metode tersebut untuk mengurangi jumlah nyamuk pembawa virus DBD tersebut. 

“Kedepan metode ini bisa kami sebar luaskan ke wilayah dan kelurahan lain se Kecamatan Gayamsari ini untuk metode aquaponic ikan lele. Yang  pastinya juga untuk mengurangi dan meminimalisir korban terjangkitnya virus Demam Berdarah Dengue ini”, tukasnya. (dian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here