Khofifah Indar Parawansa; Indonesia Butuh Pemimpin yang Bisa Jaga Aswaja di NKRI

Deklarasi JKSN Kabupaten Batang dihadiri Bupati Batang Wihaji bersama Khofifah Indar Parawansa, Ketua JKNS Jateng Agus Sofwan Hadi dan ribuan orang di Lapangan Desa Tragung Kecamatan Kandema, Selasa (5/2/2019).

SIGIJATENG.ID-Batang – Deklarasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Kabupaten Batang dilangsungkan di Lapangan Desa Tragung Kecamatan Kandeman, Selasa (5/2/2019).

Tidak seperti di Cilacap, Wonosobo, Magelang dan Kabupaten Tegal, deklarasi JKSN Batang ditempatkan di lapangan desa yang cukup jauh dari kota. Apalagi hujan terus menerus mengguyur sehingga lapangan hijau menjadi bercampur lumpur. Namun kondisi seperti itu tidak menyurutkan ribuan orang yang sejak pagi menunggu kedatangan Hj Khofifah Indar Parawansa. Lapangan desa itu dipenuhi sebagian besar ibu-ibu muslimat, fatayat, para santri dan kiai se-Kabupaten Batang.

Prosesi deklarasi JKSN ditandai dengan pelantikan pengurus dan penyerahan panji-panji JKSN dari Ketua Umum JKSN Pusat KH Roziqi kepada Ketua JKSN Kabupaten Batang KH Anshori Naim.

Pada saat pengurus naik ke panggung diiringi dengan ‘’mahalul qiyam’’ sambil membaca bait-bait Barzanji ‘’Ya Nabi Salam Alaika Ya Rasul Salam Alaika’’. Sedang pada saat panji-panji diserahkan kepada Kiai Anshori Naim diiringi lagu ‘’Padamu Negeri’’.

Dalam pidatonya, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, menitipkan Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah kepada Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin. ‘’Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf akan menjaga bagaimana ke depan pesantren bisa kokoh, dan NKRI bisa terjaga dengan aman,’’ kata Gubenur Jatim terpilih ini.

Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah atau kerap dikenal dengan Aswaja kata Khofifah, harus dijaga sehingga Islam yang moderat, menjaga toleransi, menjaga keberagaman tetap terjaga.

“Yang dibutuhkan Indonesia adalah pemimpin yang mampu menjaga nilai-nilai Aswaja, yang bisa menegakkan persatuan NKRI dan keutuhan Pancasila,’’ tegasnya.

Sementara itu Ketua JKSN Jateng Agus Sofwan Hadi mengingatkan untuk mewaspadai kampanye hitam, fitnah, ghibah dan ujaran kebencian melalui media social. “Silakan dibaca dan dibuka informasi mengenai Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin. Di luar informasi itu jangan dibuka lagi. Karena hampir sebagian besar berisi hoaks dan berita bohong,’’ tegasnya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, para santri yang saat ini tengah mengaji kepada para kiai dan ulama di seluruh pondok pesantren se-Indonesia, pada saatnya nanti akan tampil menjadi pemimpin. Karena itu mereka perlu dibekali dengan berbagai macam ilmu dan keterampilan untuk menghadapi zamannya.

‘’Siapa yang akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)? Santri dan Kiai jawabnya,’’ kata Wihaji ketika berpidato dalam Deklarasi JKSN ditargetkan akan selesai se-Jateng dalam bulan ini untuk diteruskan konsolidasi sampai tingkat kecamatan. Suasana menjadi meriah ketika Khofifah, Bupati Wihaji dan ribuan orang menyanyi lagu koor ‘’Jokowi Wae’’. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here