Keren, Ponpes Life Skill Daarun Najaah Semarang Ajari Santri Bikin Sabun

Santri Life Skill Daarun Najaaah berfoto bersama dengan bapak Muhammad Izzudin usai pelatihan pembuata sabun.

SIGIJATENG.ID, Semarang – Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah menggelar pelatihan pembuatan sabun cair di aula Attaqiy Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Jalan Bukit Beringin Lestari Barat, Wonosari, Ngaliyan, Semarang, Selasa (12/3/2019).

Pelatihan tersebut mendatangkan trainer Muhammad Izzudin, M.T yang merupakan Owner sabun  I-Fresh dan Green Fresh. Sebanyak 160 santri putra dan putri sangat antusiasi mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Diawali dengan pembukaan, dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, ya lal wathon, dan mars Life Skill, kemudian di lanjutkan dengan sambutan.

Dalam sambutannya pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag menyampaikan banyak terima kasih kepada trainer yang telah berkenang hadir untuk memberikan pelatihan.

“Tujuan diadakan pelatihan ini dalam rangka mengembangkan skill dan minat wirausaha dikalagan santri dan santriwati. Sekaligus mengdongkrak pertumbuhan ekonomi dimana para santri berasal,” kata Kiai Ahmad Izzuddin.

Kiai Ahmad Izzuddin tidak henti-hentinya terus memberikan semangat dan motivasi  untuk berwirausaha kepada para santri.

 Usai sambutan pengasuh, dilanjut dengan pemaparan dari bapak Muhammad Izzudin tentang bagaimana cara membuat sabun cair cuci piring, cuci pakaian, dan cuci tangan beserta bahan bahan yang di butuhkan

“Sabun itu merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat. Setiap hari pasti digunakan baik itu mencuci baju atau cuci piring. Jadi mau tidak mau  orang-orang pasti akan membeli sabun” kata bapak Muhammad Izzudin.

Dia juga menjelaskan biasanya memberikan pelatihan secara online maupun offline dan  tidak gratis. Akan tetapi beda ketika  itu untuk santri, dia tidak meminta bayaran alias gratis.

“Biasanya kalau pelatihan secara online Cuma kirim resep pembuatan sabun lewat whatsapp dan mereka tanya-tanya  setelah membuat sabun sendiri dengan mengirim gambar atau vidio ke saya  apa udah benar atau tidak cara buatnya, dan pelangganya bukan hanya wilayah pulau Jawa saja. Akan tetapi ada juga yang berasal dari luar pulau Jawa seperti Lampung dan Makassar,” ungkap Muhammad Izzudin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, usaha  pembuatan sabun sangat prospektif dijadikan bisnis karena bisa menghasilkan sabun yang berkualitas dengan harga yang lebih murah. “Pada dasarnya bahan utama yang digunakan dalam pembuatan sabun cair sama semua yaitu seperti texapon, NaCl, foam boaster dan bahan dasar lainnya,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut santri dan santriwati mendemokan  langsung pembuatan sabun cuci cair sebanyak 25 liter mulai dari pencapuran bahan bahan sampai pengadukan. Sabun cair ini dapat bertahan hingga lima tahun, sehingga tidak perluh khawatir masa kadaluarsanya. (dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here