Keren, Mahasiswa Undip Ciptakan Alat Pengubah Sampah Plastik Jadi Minyak

Tim KKN Undip di Desa Getas sedang prakter membuat minyak dari sampah plastik

SIGIJATENG.ID, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tim I Universitas Diponegoro memiliki inovasi untuk mengatasi permasalahan di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, dalam bidang pengolahan sampah plastik, yakni dengan menciptakan alat pengubah sampah plastik menjadi minyak tanah.

Tim KKN Mahasiswa UNDIP dari jurusan Teknik Mesin, Muhammad Rifqy Fadhilla mengatakan, berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan selama satu minggu terhitung mulai tanggal 7 Januari 2019 kepada perangkat Desa Getas dan masyarakat sekitar, permasalahan utama yang ada di Desa Getas adalah di bidang pengolahan sampah terutama untuk sampah anorganik.

“Masyarakat Desa Getas belum paham cara untuk mengolah sampah anorganik dengan benar, menurut hasil wawancara dan pengamatan langsung kepada masyarakat, pengolahan sampah-sampah plastik masih sebatas proses pembakaran. Kebiasan membakar sampah plastik ini jika dilakukan secara terus menerus akan berdampak buruk bagi kesehatanserta lingkungan,” kata Rifqy, Jumat (15/2/2019).

Atas dasar permasalahan tersebut, pihaknya mencoba untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan pembuatan alat pengubah sampah plastik menjadi minyak tanah. Bahan-bahan yang di gunakan untuk membuat alat ini juga sangat sederhanan dan murah, yakni panci, pipa besi berbentuk L, selang plastik dan kompor pemanas. Bagian dari panci ini di lubangi kemudian disambungkan dengan pipa L. Pipa ini dibuat panjang agar fraksi plastik yang menguap bisa terkondensasi dan mencair menjadi minyak tanah, kemudian bagian ujung pipa di beri penampung.

Cara kerjanya juga sangat sederhana, sampah plastik dibersihkan dari kotoran kemudian di cuci dan dikeringkan. Plastik dimasukkan kedalam panci sampai penuh dan dipadatkan kemudian ditutup rapat, setiap sisinya di klem untuk menghindari terjadinya kebocoran, jika perlu diberi seal dari karet. Satu panci dapat menampung 3 kg sampah plastik. Bagian bawah panci dipanaskan dengan api sedang yang stabil. Dipanasi terus sampai minyak menetes dari ujung pipa. BBM alternatif yang diperoleh hanya satu macam yaitu minyak tanah, belum sampai ketahap menghasilkan solar ataupun premium.

“Masyarakat dan perangkat Desa Getas sangat mendukung dan terbantu dengan adanya pembuatan alat ini sebagai salah satu solusi alternatif dalam melakukan pengolahan sampah plastik yang ada di Desa tersebut,” terangnya.

Bahkan, kata dia, mereka berencana untuk mengembangkan alat ini sehingga hasil BBM yang di peroleh bisa lebih bagus serta memiliki nilai jual yang lebih tinggi. (*)

Berita dan Foto : KKN Undip Tim I 2019 Desa Getas

Editor : Aris Syaefudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here