Keren, Hutan Mahoni Desa Penyangkringan Disulap Warga Jadi Kampung Kuliner

Bupati dr. Mirna Annisa M.Si meresmikan kawasan hutan mahoni Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri sebagai sentra kampung kuliner desa setempat, Minggu (14/4/2019). (Foto : Dok. Istimewa)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Memaksimalkan potensi lingkungan yang ada, masyarakat Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri memberdayakan Kawasan Hutan Mahoni dengan menyulapnya menjadi sentra kampung kuliner. 

Berbagai jajanan tradisional khas Kendal yang ditawarkan para pedagang masyarakat setempat pun tersedia di Kawasan Hutan Mahoni tersebut. Munculnya kampung kuliner merupakan gagasan pihak desa dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan setempat. 

Peresmian kampung kuliner dengan disaksikan ratusan warga dari berbagai daerah di Kawasan Hutan Mahoni secara langsung dilakukan oleh Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, dengan ditandai pemukulan gong, Minggu (14/4/2019). 

Keberadaan kampung kuliner tersebut sangat diapresiasi oleh Bupati dr. Mirna Annisa bersama suaminya tercinta Fery Sandi Sitepu dan forkompimda serta jajarannya yang turut hadir dalam kesempatan itu. 

Terlebih, keberadaan lokasi kawasan hutan mahoni tidak jauh dari pusat perbelanjaan kota Weleri. Kampung kuliner ini cukup unik, maka perlu pengelolaan yang baik untuk bisa mengundang para wisatawan lokal maupun luar. 

“Saya sangat berharap ke depan Kawasan Hutan Mahoni yang sudah diberdayakan sebagai kampung kuliner ini bisa menjadi lebih baik. Tak hanya menjual makanan tradisional khas saja, namun bisa ditambah lagi ragam jajanan khas lainnya Kabupaten Kendal,” tuturnya. 

Bupati Mirna berpesan pada warga untuk turut menjaga kebersihan lingkungan di lokasi kampung kuliner kawasan hutan mahoni tersebut. Para pedagang maupun pengunjung juga harus ikut serta menjaga keberadaan pohon mahoni agar tetap lestari. 

Kades Penyangkringan Bambang Supriyatmo mengungkapkan, jika warga menginginkan sebuah kegiatan yang bisa menghasilkan pemasukan. Kerjasama antara desa dengan pihak LMDH, membuahkan hasil kesepakatan hingga akhirnya muncul kampung kuliner ini. 

“Ini baru kali pertama di desa Penyangkringan. Rencana kami buka setiap Sabtu malam dan Minggu pagi. Sebab, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ke depannya, akan kami ramaikan dengan berbagai hiburan,” bebernya. 

Disampaikan, animo warga sangat tinggi. Terbukti banyak warga ingin membuka usaha kuliner di Kawasan Hutan Mahoni ini. Melihat lokasi area yang luas bisa menampung 100 pedagang. Hingga kemarin sudah ada sekitar 90 orang pedagang yang mendaftar untuk membuka usaha di kampung kuliner ini. “Kami ingin perekonomian warga meningkat, salah satunya melalui pusat kuliner tersebut,” tandasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here