Kemarau Panjang, Seminggu Warga Banyumas Menunggu Air Bersih

Dompet Dhuafa Jawa Tengah sedang membantu air bersih di Dusun Wanarata, Desa. Kalitapen, Kec. Purwojati, Kabupaten Banyumas. ( foto ist/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Banyumas – Warga Jawa Tengah yang mengalami kekurangan air pada musim kemarau tahun ini terus bertambah. Salah satunya warga yang tinggal di Dusun Wanarata, Desa. Kalitapen, Kec. Purwojati, Kabupaten Banyumas. Untuk meringankan beban kesulitan air bersih, Dompet Dhuafa Jawa Tengah mendistribusikan air bersih di dusun itu.

Titi Ngudiati, Direktur Layanan Kesehatan Cuma-cuma Jawa Tengah dalam siaran persnya yang diterima Sigijateng.id, mengatakan, pihaknya terus bergerak cepat, membantu menanggulangi kekeringan yang terjadi di beberapa titik kekeringan di Banyumas. Tim mengunakan truk terbuka dengan satu kali distribusi 3000 Liter.

“Sejak Sabtu (31/8/2019) hingga kini (Senin, 2/9/2019) Dompet Dhuafa Jawa Tengah terus sisir bantuan ke beberapa dusun, salah satunya di Dusun Wanarata, Desa. Kalitapen, Kec. Purwojati, Kabupaten Banyumas. Setidaknya ada penerima manfaat 621 KK atau sekira  2000 jiwa dengan alokasi 12.000 Liter,” kata Titi Ngudiati.

Dia mengatakan, dalam menyalurkan air bersih, perlu kerja keras. Kendala yang dihadapi oleh tim adalah kondisi medan jalan yang menajak dan rusak, truk tangki BPBD yang terbatas dan persewaan tangki swasta yang minim.

“Warga harus menunggu 5-9 hari, sekitar seminggu untuk dapat jatah pembagian air bersih dan itupun yang didapat terbatas hanya empat (4) ember per Kepala Keluarga (KK), setiap kali ada bantuan,” katanya.

Menurut keterangan dari Koordinator Respon DMC Dompet Dhuafa, Abdul Azis, untuk bencana kekeringan setidaknya respon akan terjadi hingga sebulan lamanya, yakni Oktober 2019. Selain tim DMC turun serta, ikut pula para relawan dalam membantu distribusi air, seperti yang dilakukan oleh relawan Jawa Timur dalam mengatasi kekeringan di Kabupaten Pasuruan, wilayah sekitar Jakarta turut serta dalam pantauan serta bantuan dari tim DMC seperti di wilayah Cibarusah, Kabupaten Bekasi dengan cakupan dua desa yakni Desa Ridogalih dan Desa Ridomanah. “Sementara di wilayah Bogor terdapat di  Tanjungsari,  Tendjo, Ciampea dan Pamijahan. Lombok, Banten, Jogjakarta, Sumatera Barat hingga Sulawesi Selatan menjadi cakupan respon kami pada kekeringan tahun ini,” katanya. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here