Kemarau Panjang, MRI – ACT Jateng Bantu Masyarakat Droping Air Bersih

Pelepasan truk tangki air bantuan ACT-MRI Jateng di Jalan Ahmad Yani Semarang, Kamis (22/8/2019). (foto aris syaefudin/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Sukarelawan yang tergabung Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah menyalurkan langsung bantuan air bersih kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang kesulitan mendapatan air saat kekeringan pada musim kemarau ini.

Staf Program ACT Jateng Hamas Rausyanfikr kepada wartawan mengatakan dampak kekeringan luar biasa. Kekeringan tidak hanya menyebabkan masyarakat kekurangan air, namun sudah berdampak hilangnya nyawa manusia. Ini persoalan serius yang harus dilakukan upaya-upaya pemenuhan air. Penyaluran bantuan air bersih di Jateng ini merupakan bagian dari Aksi Nasional Darurat Kekeringan, yang dilakukan serentak di 28 provinsi.

Anggota DPRD Kota Semarang, Suharsono memberikan keterangan kepada wartawan

“Kali ini kami menyalurkan 46 truk tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter di sejumlah daerah di Jateng, seperti, Pemalang, Grobogan, Temanggung, Jepara, Tegal, dan Purworejo,” kata Hamas Rausyanfikr saat acara pelepasan truk tangki pengangkut air, Kamis (22/8/2019).

Dia mengatakan, ACT mencoba menggerakkan kepedulian masyarakat agar bersama-sama menyedekahkan air bersih untuk mengurangi dampak kekeringan yang cukup massif. Hanya saja, apa yang dilakukan ACT-MRI berupa penyaluran bantuan air bersih hanya sebagai solusi jangka pendek dalam mengurangi dampak kekeringan di masyarakat. “Ini bukan solusi jangka panjang dan kami tidak bisa menjangkau seluruh daerah yang dilanda kekeringan,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, MRI-ACT Jateng mengajak semua pihak, baik negeri maupun swasta, untuk menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masayrakat di daerah krisis air bersih. Bantuan air bersih di Kota dan Kabupaten Semarang disalurkan ke 10 titik, antara lain Kecamatan Rowosari, Jabungan, Muktiharjo, Bawen, dan Pringapus.

Sementaram anggota DPRD Kota Semarang, Suharsono, yang hadir saat pelepasan bantuan air mengapresiasi apa yang dilakukan oleh ACT-MRI, yang telah membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air. Saat ini banyak daerah mengalami kesulitan air karena kemarau panjang. “Ini adalah aksi nyata tanggap kekeringan secara nasional, yang memang harus dilakukan banyak pihak. Pemenuhan kebutuhan air memang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga lembaga-lembaga sosial seperti ACT ini,” kata politisi PKS Ini.

Dia mengatakan dampak kekeringan juga dialami sejumlah titik di Kota Semarang. Dan sebetulnya kekeringan seperti ini adalah kejadian tahunan. Karenanya, pihaknya terus mendorong pemerintah untuk bisa melakukan program-program untuk mengatasi persoalan ini secara jangka panjang.

“Peta daerah yang mengalami kekeringan itu jelas.  Pemerintah harus terus berusaha mengantisipasinya, seperti dengan memperbanyak tempat penyerapan air, embung  dan sumur-sumur. Dan RTH (ruang terbuka hijau) juga diperhatikan,” katanya. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here