Keluarga Alumni Perikanan Undip Dorong Program Makan Ikan di Pesantren, Ini Penyebabnya

Keluarga Alumni Perikanan Undip kunjungi Pondok Pesantren Giri Kusumo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, ajak para santri makan ikan bersama dan berharap santri bisa membudidayakan ikan di lingkungan pondok, Rabu (16/11).

SIGIJATENG.ID, DEMAK – Rendahnya konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia hingga saat ini membuat keprihatinan tersendiri. Pasalnya sebagai negara penghasil ikan terbesar di Asia Tenggara, tentunya konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia harus lebih banyak per tahunnya. Guna membantu mengatasi persoalan itu, Keluarga Alumni Perikanan Undip (Kerapu) mencoba mendorong peningkatan konsumsi ikan terutama di kalangan santri.

Ketua Kerapu, Abdul Kadir Karding mengatakan, bahwa konsumsi ikan di Indonesia masih di angka sekitar 45 kilogram per tahun. “Itu dibawah standar WHO, padahal negara kita memiliki kekayaan laut terutama ikan yang sangat melimpah. Tapi sayangnya tradisi mengkonsumsi ikan masih rendah, padahal gizinya lebih tinggi dari daging lainnya,” kata dia saat di Pondok Pesantren Giri Kusumo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Rabu (16/11).

Tak hanya mengkonsumsi ikan saja, Kerapu juga mendorong dan mengajak para santri untuk bias membudidayakan ikan di kolam dengan memberdayakan potensi lingkungan di sekitar Pondok pesantren. “Untuk itu, kami mendorong tradisi makan ikan, terutama di kalangan para santri. Bahkan mereka kami ajak untuk budidaya ikan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan bahwa daging Ikan merupakan daging yang banyak mengandung protein dibanding dengan daging yang lain. “Santri biasanya mengonsumsi daging di luar ikan. Jadi, kegiatan ini kami mengajak santri untuk konsumsi ikan. Sebab ikan itu merupakan daging dengan kualitas protein yang baik,” ulasnya.

Lebih lanjut Karding mengatakan, jika para santri sudah tinggi konsumsi ikannya, maka bisa dilanjutkan dengan pembuatan kolam ikan di masing-masing pondok pesantren. Selain membantu meningkatkan tradisi makan ikan, juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan para santri. “Jika tradisi makan ikan sudah terwujud, selanjutnya kami mendorong agar ada kolam ikan di tiap pesantren,” lanjutnya.

Sementara itu, KH Munif Zuhri pengasuh Pondok Pesantren Giri Kusumo menerangkan bahwa ikan mengandung protein yang dapat menjaga mata dari kerabunan. Harapannya, para santri bias mengkonsumsi ikan setiap saat sehingga memiliki gizi yang baik. “Ikan itu mengandung protein. Bisa menjaga mata dari rabun,” tandasnya. (rr / Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here