Kabar Fadli Zon dan Ganjar Pranowo Jadi Menteri Adalah Hoax

Anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding. ( foto aris syaefudin/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang –  Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2019-2024, Jokowi  da Ma’ruf Amin, kini beredar susunan Kabinet Kerja Jilid II Periode 2019-2024. Dan susunan kabinet yang beredar tidak hanya satu versi namun sejumlah versi. Bagaimana pendapat anggota DPR RI Fraksi PKB Abdul Kadir Karding?

Abdul Kadir Karding mengatakan, sampai saat  ini Presiden Joko Widodo belum mengumumkan nama-nama menteri periode 2019-2024. Karenanya, kalau ada selebaran atau info-info soal susunan kabinet periode 2019-2024 adalah tidak benar alias hoax.

“Tidak benar. Itu hoax. Karena Presiden memang belum mengumumkannya,” kata Karding disela-sela acara penanaman Pohon Mangruve di Kendal, Jumat (23/8/2019).

Diberitakan sebelumnya, telah beredar di medsos soal Risalah Rapat Pengangkatan Menteri Pembantu Presiden Dalam Kabinet Kerja Jilid II Periode 2019-2024. Risalah itu berisi susunan nama-nama menteri pemerintahan Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin, diantaranya disebutkan nama politisi Gerindra, Fadli Zon mejadi Menteri Perdagangan dan Ganjar Pronowo sebagai Mendagri.

Menurut Kadir Karding, presiden memang boleh atau tidak haram mengumumkan nama-nama menterinya lebih awal sebelum pelantikan presiden. Dan pengumuman nama menteri dilakukan sejak awal, sisi positifnya yakni yang bersangkutan bisa melakukan persiapan.

“Keuntungan dimumumkan sejak awal ketika dilakukan pelantikan oleh presiden maka para menteri tersebut sudah bisa langsung tancap gas bekerja,” katanya.

Meski begitu, lanjut Karding, ada segi negatif bila nama menteri diumumkan sejak awal karena bisa membuat menteri yang sekarang masih menjabat menjadi nglokro dalam bekerja.

“Seharusnya tidak nglokro, kalau nanti diumumkan lebih awal dan tidak terpilih lagi,” katanya.

Karding meyakini, saat ini Presiden Jokowi bersama Ma’ruf Amin sudah mengantongi nama-nama calon menteri yang akan dipilihnya nanti. Dan orang-orang yang dipilihnya adalah orang-orang yang profesional. “Semua menteri yang dipilih harus profesionel. Kalau tidak profesional malah tidak bisa bekerja. Cuma, latar belakang mereka itu yang kita tunggu, apakah dari partai atau non partai. Itu adalah hak prerogrative Presiden,” katanya.

Mengenai peluang jadi menteri, Karding yang juga mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin pada pilpres lalu, menyatakan tidak mempunyai potongan sebagai menteri.  “Saya seperti ini saja. menjadi orang biasa saja,” ujar Karding sambil tersenyum. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here