Jateng Gelontor Bantuan Siswa Negeri dan Swasta, dari Rp 150 Ribu Naik Jadi Rp 1 Juta

Ketua Pansus RPJMD 2018-2023 Jateng Abdul Aziz saat membacakan laporan di Rapat Paripurna DPRD Jateng, Senin (18/2/2019)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi DPRD Jateng yang telah menetapkan Raperda RPJMD 2018-2023 menjadi Perda. Menurutnya, hal itu akan menjadi dasar dan pegangan pihak eksekutif dalam menjalankan tugas dan target-target yang telah ditetapkan.

“Saya terimakasih sekali, prosesnya cukup panjang dan beberapa koreksi diberikan. Mudah-mudahan ini menjadi awal baik dan menjadi pedoman kita dalam membawa Jateng dalam lima tahun ke depan,” kata Ganjar saat ditemui usai melepas Kontingen Perkemahan Regu Penggalang Ma’arif NU Nasional di Gradhika, Senin (18/2/2018).

Asal tahu, Raperda disahkan dalam rapat paripurna PDRD Jateng yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi, Senin (18/2/2019) di Gedung Berlian. Hadir Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mewakili gubernur.

Ganjar Pranowo menyatakan senang karena DPRD Jateng memberikan klausul khusus yang diberikan kepada Pemprov Jateng. Sehingga menurutnya, seandainya terjadi situasi eksternal yang berubah, maka pihaknya tidak perlu berdebat lebih panjang, karena fasilitas itu diberikan dalam regulasinya.

“Mudah-mudahan, achievement dan prestasi yang dicapai nanti akan lebih baik untuk Jawa Tengah,” imbuh mantan anggota Fraksi PDIP DPR RI ini.

Usai ditetapkannya Perda RPJMD, Ganjar akan segera mengebut program-program kerja yang telah ditetapkannya Bersama Taj Yasin Maimoen dalam lima tahun ke depan. Namun dalam waktu dekat, pihaknya akan fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Jateng.

“Saya ingin mendorong SDM ya, makanya dalam politik anggaran kemarin akan didorong untuk kita memberikan lebih banyak alokasi anggaran lebih banyak untuk dunia pendidikan tidak hanya negeri, namun juga swasta. Tidak hanya sekolah-sekolah formal, namun sekolah informal dan sekolah non formal juga akan kami dorong,” ujarnya.

Saat ini lanjut dia, Jawa Tengah sudah mulai memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah dan Lembaga-lembaga keagamaan lainnya sebagai cara untuk peningkatan SDM di Jateng. Hal itu dilakukan agar mereka mendapatkan perhatian yang penuh dari pemerintah.

“Itu sudah menjadi kesepakatan saya dengan Gus Yasin untuk lima tahun yang akan datang, sudah kita mulai tahun ini. Juga, selain pendidikan, asuransi untuk petani dan nelayan kita berikan tahun ini, tinggal nanti tahun berikutnya disempurnakan,” tegasnya.

Pembangunan SDM ini lanjut dia akan didorong lebih cepat. Sebab lanjut Ganjar, Jawa Tengah saat ini sudah masuk bonus demografi. Jika tidak segera diperhatikan, maka bonus demografi itu tidak akan memberikan peningkatan produktivitas Jawa Tengah.

“Maka potensi SDM yang bagus ini kita harapkan dapat meningkatkan produktivitas dengan diberikan perhatian penuh,” paparnya.

Disinggung terkait  peningkatan anggaran di sektor peningkatan SDM, Ganjar membenarkan hal itu. Namun untuk jumlah peningkatannya, ia mengatakan akan diterjemahkan dalam anggaran-anggaran yang ada tiap tahunnya.

“Ada peningkatan anggaran sector peningkatan SDM itu, namun saat ini belum. Setiap tahun akan diterjemahkann dalam anggaran-anggarannya,” pungkasnya

Dalam persetujuan Perda RPJMD tersebut, Ketua Pansus RPJMD DPRD Jateng, Abdul Aziz menyampaikan, Perda RPJMD 2018-2023 mempunyai posisi sangat strategis karena menjadi dokumen yang akan menjadi pedoman dalam menyusun dan menentukan arah pembangunan Jateng lima tahun ke depan. Secara substantive, Pansus DPRD memberikan dukungan penuh terhadap visi-misi kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Dalam dunia pendidikan, Pansus DPRD mengatakan bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan pembangunan SDM di Jawa Tengah. Untuk itu, pansus bersepakat kepada Pemprov Jateng untuk melanjutkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sebesar Rp1 juta persiswa pertahun untuk SMAN, SMKN dan SLBN se Jawa Tengah dengan basis data 2019 sebanyak 577.000 siswa.

Selain itu, Pansus juga sepakat Pemprov Jateng meningkatkan Bosda SMA,SMK dan SLB swasta se Jateng, dari kondisi awal Rp150.000 persiswa pertahun menjadi Rp500.000 persiswa pertahun dimulai tahun 2020 dan kemudian ditingkatkan menjadi Rp750.000 di tahun 2021 dan menjadi Rp1 juta persiswa pada tahun 2022-2023.

“Kami juga sepakat Pemprov jateng memberikan Bosda untuk siswa Madrasah Aliyah se Jateng Rp500.000 persiswa pertahun dimulai pada 2020 dan memberikan bantuan kepada guru pengajar keagamaan sebesar Rp100.000 perbulan,” kata Ketua Pansus RPJMD DPRD Jateng, Abdul Aziz. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here