Jamran 2019, Cetak Generasi Muda Tangguh dan Kuat

Ka Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Kendal, Kak H. Prapto Utono, S.Sos. SH didampingi Pimpinan Ponpes DA Sukorejo KH Mas’ud Abdul Qadir secara simbolis menanam tunas kelapa, memotong pita balon dan melepas burung merpati ke udara saat membuka upacara Jambore Ranting 2019 tingkat Kwartir Sukorejo di Lapangan Ponpes Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo, Rabu (11/9/2019).

SIGIJATENG.ID, Kendal – Pupuk semangat dan jiwa persatuan berbangsa dan bernegara, melalui organisasi gerakan kepramukaan. Kwartir Ranting 24.12 Kecamatan Sukorejo menggelar perkemahan Jambore Ranting 2019 yang dihelat selama tiga hari di Lapangan Ponpes Darul Amanah Sukorejo.

Sebagai wadah kepramukaan, Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Kendal melalui Kwarran Sukorejo mewujudkan hal tersebut dengan mendidik generasi penerus bangsa terutama anak didik  di tingkat Penggalang yakni mulai SD/MI hingga SMP/MTs.

Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubhaktikan menjadi motto gerakan pramuka untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang memiliki karakter kuat, kecakapan dan wawasan kebangsaan yang luas.

Hal itu disampaikan Ka Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Kendal, Kak H. Prapto Utono, S.Sos. SH saat membuka upacara kegiatan Jambore Ranting 2019 tingkat Kwartir Sukorejo diikuti pengurus Mabicab, Kwarcab, Kwarran, DKC, DKR, Mabiran, Mabigus dan Pembina gugus depan di Lapangan Ponpes Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo, Rabu (11/9/2019).

“Tidak bisa dipungkiri, perkembangan zaman di era revolusi saat ini. Semangat dalam mendidik tunas-tunas bangsa sangat diperlukan guna mewujudkan generasi penerus bangsa yang tangguh dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” katanya.

Menurutnya, sebagaimana tercantum amanat di UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka bahwa organisasi ini membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriot, disiplin dan menjujung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup.

“Ada dua aspek fisik yang semestinya bisa diterapkan pada setiap pribadi bangsa Indonesia dalam menggambarkan amanat UU Gerakan Pramuka tersebut. Yakni kepribadian mulia dan berkecakapan hidup,” tuturnya.

Perlu diketahui, lanjut Prapto Utono bahwa gerakan pramuka merupakan sistem pendidikan non formal yang membantu dan melengkapi pendidikan formal. Gerakan pramuka ini menjadi wahana penting dalam membentuk watak dan kepribadian nasional bagi generasi muda bangsa. Selain itu, menjadi tempat menempa ketrampilan dan pengetahuan, memupuk jiwa disiplin dan membina semangat kebersamaan bagi anggotanya.

“Kita bisa belajar berkomunikasi dengan berbagai kalangan, belajar tanggung jawab, bermain dialam bebas, membangun keberanian dan rasa tanggungjawab serta belajar memimpin. Semua itu menempa kita untuk mandiri, berdisiplin dan terampil. Sehingga kita harus bangga menjadi anggota Pramuka,” terangnya.

Hal senada, Pimpinan Ponpes Darul Amanah Ngadiwarno Sukorejo KH. Mas’ud Abdul Qadir menyampaikan kegiatan Jamran ini melatih ketahanan mental, jasmani dan rohani. Serta membina pribadi yang tangguh, mandiri, disiplin dan siap meneruskan nilai-nilai kejuangan bangsa. “Saya berpesan pergunakanlah kesempatan ini dengan baik, ikutilah setiap kegiatan dengan ceria, gembira dan penuh suka cita,” pintanya.

Ketua Panitia Kegiatan Jamran 2019, Mujianto mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sesuai program kerja Kwartir Ranting 24.12 Kecamatan Sukorejo sebagai upaya membangkitkan semangat dan kemampuan pramuka ditingkat Penggalang.

“Dengan Tema Satu Mimpi, Satu Barisan, Jambore tahun 2019 ini diikuti sebanyak 51 regu penggalang putra dan 51 regu penggalang putri. Atau kurang lebih mencapai sekitar 1.500 peserta mulai tingkat SD/MI dan SMP/MTs,” jelasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here