Jaman Medsos, Kunjungan ke Perpustakaan di Sragen Masih Tinggi

Bupati Yuni saat buka Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Sragen. (foto santo/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Sragen – Ditengah gencarnya pengaruh dunia maya dengan media sosialnya, terhadap kehidupan saat ini, ternyata tidak mengurangi minat baca buku khususnya di Sragen. Terbukti kunjungan ke perpustakaan masih tinggi. Seperti di.perpustakaan kabupaten Sragen, seharinya masih ada sedikitnya 100 orang yang berkunjung. Keadaan itu serupa juga terjadi di dua perpustakaan eks Kawedanan Gemolong dan Gondang.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan kebupaten Sragen Parsono menyampaikan bukan hal gampang meningkatkan minat baca masyarakat. Namun Sragen sebagai kabupaten literasi, Pemerintah Daerah (Pemda) memberi perhatian khusus pada peningkatan minat baca.   

Parsono menekankan upaya untuk mengajak generasi muda untuk gemar membaca. ”Intinya bagaimana generasi muda tidak hanya membaca hape, tapi bagaimana gemar membaca buku, biar pintar,” ujarnya, minggu kemarin.

Saat ini tingkat minat masyarakat mengunjungi perpustakaan dinilai cukup bagus. Dalam sehari, perpustakaan pusat di Sragen kota dikunjungi 100-200 orang dengan berbagai keperluan. Sedangkan di Perpustakaan Gemolong dan Gondang bisa mencapai 50-100 orang. ”Sebenarnya lebih ramai di Gemolong kalau Sabtu-Minggu, perpustakaan penuh,” klaimnya.

Parsono menyampaikan kunjungan ke perpustakaan mulai ramai ketika jam pulang sekolah. Selain pinjam buku, perpustakaan juga bertransformasi ke kegiatan lain. Seperti memberi ruang pelatihan ibu-ibu untuk wirausaha. Demikian juga dengan anak muda yang menggunakan jaringan internet perpustakaan.

Bahkan para perangkat desa menggunakan faslilitas Boarding Leanguage Center (BLC) untuk pelatihan membuat laporan management keuangan desa. ”Alhamdulillah, angka kunjungan dan yang hadir bisa di cek di lokasi,” ujar Parsono.

Sementara Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegaskan Bumi Sukowati sudah secara masif menggelar gerakan literasi. ”Jadi setidaknya 15 menit setiap sekolah meluangkan waktu  membaca. Hal ini untuk meningkatkan minat baca di budaya yang bergeser.  Dari buku ke era digital,” ujarnya. 

Sementara, Pengajar SMAN 1 Sukodono, Daryono menyampaikan untuk kegiatan rutin pada pukul 07.00 kegiatan belajar mengajar dimulai dengan membaca Al-Quran  bagi siswa Muslim selama 15 menit. ”Membaca Al Quran ini dengan didampingi guru yang mengajar pada jam pertama. Ini merupakan penerapan dari program literasi,” jelasnya. (santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here