Jalankan Amanah Ulama’, Djoko Nurhadi Bidik Komunitas Millennial

Djoko Nurhadi, Caleg DPRD Jateng Dapil III

SIGIJATENG.ID, Semarang– Politik transaksional seakan sudah membudaya dan sulit dihilangkan saat jelang Pemilu lima tahunan. Banyak pihak berupaya bahkan melakukan kampanye anti money politik, namun disisi lain praktik moner politik uang terus terjadi. Tidak hanya sembunyi-sembunyi namun bahkan terang-terangan.

Kader Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah Djoko Nurhadi mengatakan, setiap caleg memiliki pilihan masing-masing, melakukan money politik ataupun tidak. Semuanya memiliki konsekwensi masing-masing. Namun kenyataannnya, ada yang tidak menggunakan money politik ada yang jadi, namun ada yang menggunakan money politik juga ada yang tidak jadi.

“Kita mau pilih yang mana, kita sendiri yang menentukan. Masing-masing ada konsekwensinya,” kata Djoko Nurhadi kepada Sigijateng.id, Kamis (28/3/2019).

Sebagai kader PPP yang diberi amanah untuk maju sebagai calon angota DPRD (caleg) Jateng Dapil Jateng III (Kabupaten Demak, Kudus dan Jepara) nomor urut 2, Djoko Nurhadi akan memilih cara menjauhi money politik. Upaya itu sudah dilakukannya saat membangun relasi dan jaringan dengan para pemilih di Demak, Kudus dan Jepara.

“Ikhtiar kami menjaga hubungan dengan calon pemilih seperti itu. Dan Alhamdulillah, banyak yang mendukungan apa yang saya lakukan ini,” kata Djoko.

Sasaran calon pemilih yang dibidik, kata Djoko, salah satunya adalah komunitas millennial.  Selain memenuhi amanat ulama agar menghindari politik transaksional atau money politik sebagai caleg dirinya memanfaatkan momentum pesta demokrasi ini untuk melakukan pendidikan politik kepada kaum millennial.

“Komunitas millennial atau pemilih pemula harus dijauhkan dari politik transaksional yang merusak nilai-nilai demokrasi, Karena itu, saat berkomunikasi dengan mereka kami tidak bicara uang dan fasilitas, tetapi idealisme dan masa depan bangsa,” terangnya.

Menurutnya, sebagai caleg dirinya memang berusaha untuk mendapatkan suara sebanyak mungkin. Namun untuk meraih suara itu nilai-nilai etik dan edukasi politik tidak boleh diabaikan, apalagi dilingkungan pemula yang tengah mengawali masuk gerbang politik. Komunitas millennial harus dijauhkan bahkan diseterilkan dari politik uang, agar ke depan mereka tidak terkontaminasi dengan politik uang.

“Politik transaksional saat ini memang sudah membudaya dan sulit dihilangkan, namun harus ada yang punya tekad dan keberanian untuk mengikisnya atau setidaknya melakukan gerakan menghentikannya,” tegasnya.

Ketua DPW PPP Jateng H Masruhan Samsurie menuturkan  pihaknya memberikan kebebasan kepada kadernya untuk berkreasi menghadapi Pemilu 2019. Dan sudah tentu, kadernya sudah menyesuaikan dengan kondisi lapangan. (aris)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here