Isu Konser MLTR yang Terancam Gagal, Begini Tanggapan Marco Marnadi

Marco Manardi, Vokalis Band CongRock17. (Foto jateng.tribunnews.com)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Tanggapi isu yang beredar bahwa Konser Michael Learn To Rock (MLTR) yang rencana akan diselenggarakan di Marina Convention Center (MCC) Semarang pada 22 November 2019 gagal, Vokalis Congrock 17, Marco Marnadi mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar, Kamis (7/11).

Marco selaku vokalis band pembuka dalam perhelatan konser berskala Internasional itu mengatakan bahwa apa yang sebenarnya terjadi terkait perizinan memang sudah sesuai prosedural dan sedang dalam proses.

“Loh, isu itu ngawur. Sama sekali tidak benar. Kita kalau mau mengundang artis luar negeri yang skalanya Internasional memang proses perizinan cukup panjang. Dari Depnaker Pusat, lalu melalui imigrasi, setelah itu baru perizinan keramaian dari Mabes Polri. Sementara sekarang memang sedang proses di Depnaker Pusatnya,” jelas dia.

Ia juga mengatakan bahwa izin dari Polsek Semarang terkait izin keramaian konser tersebut sudah keluar. Bahkan tanggal 15 November 2019 nanti, sudah direncanakan adanya rapat bersama Tim POA.

“Tanggal 15 nanti kami ada rapat sama POA. Di mana ada 9 dinas yang membidangi artis luar negeri. Dari imigrasi dan lainnya, dan dipimpin oleh Kesbangpolimnas,” kata dia.

Ia kembali menegaskan bahwa isu tersebut hanya salah paham. Dikatakannya bahwa proses perizinan konser skala Internasional di Jakarta dan di kota lain memang berbeda. Hal tersebut yang menyebabkan munculnya isu gelaran MLTR terancam gagal.

“Ini salah persepsi kan karena temen-temen di Jakarta biasanya izin keramaian bisa keluar setelah semua persyaratan dan perizinan lain, seperti dokumen-dokumen terkait sudah beres. Ternyata di daerah (Semarang) itu tidak. Justru lebih dulu bisa keluar izin keramaian sambil kita mengurus perizinan lain terkait pusat,” tegas dia.

Ia juga meyakinkan bahwa masalah proses tersebut memang sesuai dengan tanggal dari penyelenggara. Oleh karenanya, meskipun dibilang cukup mendadak secara persiapan, pihak penyelenggara sudah berani adakan jumpa pers di Semarang dan Jakarta, penjualan tiket, bahkan hari Jumat (8/11) sudah mulai memasang baliho-baliho di Kota Semarang khususnya.

“Saya selaku salah satu penyelenggara, saya ikut Nada Live, berani mengatakan bahwa konser ini tidak ada kendala bahkan tidak akan gagal. Kalau memang gagal, tidak mungkin kami berani jumpa pers di Jakarta dan Semarang. Tidak berani jualan tiket juga. Apalagi bekerja sama dengan Pemkot. Jadi isu itu tidak benar,” pungkas dia.(Titis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here