Inilah Tindakan Pemprov Jateng Kepada Penjual Nasi yang ‘Ngepruk’ Pembeli

Penampakan warung lesehan yang sepi pembeli setelah viral di media sosial karena ngepruk pembeli. ( foto istimewa/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Kenaikan jumlah wisatawan ke Jateng yang diperkirakan hingga 40 persen cukup membanggakan. Namun disisi lain, Pemprov Jateng dalam hal ini, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, juga menerima komplain adanya tarif di beberapa lokasi wisata yang mahal, baik tarif tiket maupun kuliner

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Sinung Nugroho Rahmadi mengatakan, pihaknya tetap melakukan evaluasi meskipun jumlah wisatawan diprediksi naik diatas perkiraan. Evaluasi tersebut terjadi dengan adanya komplain dari sejumlah wisatawan terkait tarif di beberapa lokasi wisata yang mahal, baik tarif tiket maupun kuliner.

“Padahal saya sudah mewanti-wanti pengelola wisata dan para pedagang kuliner untuk tidak ngepruk atau menaikkan tarif terlalu tinggi. Naik boleh asal wajar dan pantas. Sudah ada laporan beberapa yang masuk ke saya terkait adanya tarif yang ngepruk, makanya langsung kami tindak,” kata Sinung Nugroho Rahmadi saat ditemui usai audiensi dengan Gubernur Jateng di Puri Gedeh Kota Semarang, Selasa (11/6/2019).

Sinung mengatakan, kasus yang paling mencolok pada libur lebaran 2019 adalah adanya salah satu pedagang kuliner yang menerapkan tarif sangat tinggi pada konsumennya. Kepada pedagang itu, pihaknya sudah mengambil tindakan berupa peringatan dan edukasi.

“Sudah kita ingatkan dan diberikan edukasi. Bahkan kami mengatakan akan ada sanksi kalau nekat mengulanginya lagi. Ke depan kami akan komunikasi dengan sejumlah paguyuban kuliner di seluruh Indonesia untuk bisa bersama mendukung pariwisata di Jateng,” katanya.

Seperti diketahui, salah satu warung yang sempat viral di media sosial awal bulan Juni 2019 ini adalah warung makan lesehan Lamongan Indah di Jalan HOS Cokroaminoto, Slawi, Tegal, Jawa Tengah, karena mematok harga luar biasa untuk pembelinya. Yakni, Rp 700.000 untuk seporsi nasi dan tiga lauk. Warung lesehan ini milik Bu Anny (42) berjarak sekitar 100 meter ke arah timur dari perempatan PLN, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Slawi. Sebelumnya diberitakan, akibat postingan di facebook yang viral, warung tersebut kemudian sempat sepi. Di warung Lesehan Bu Anny tersebut ternyata memang tidak terdapat daftar menu yang

mencantumkan harga. Sehingga bisa jadi pembeli yang tidak tahu menjadi ‘terjerumus’ dengan patokan harga yang cukup mahal meski warung tersebut berada di Slawi, Tegal, yang notabene dekat dengan wilayah pesisir.  (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here