Inilah Pesan Gus Yasin kepada 3.730 Mahasiswa Baru Unissula Semarang

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin saat memberikan pidato kunci pada acara Pekan Taaruf Unissula 2019, Rabu (4/9/2019). ( foto ist/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang –  Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan dan menggantikan generasi sebelumnya. Mahasiswa adalah generasi yang diharapkan mampu melakukan perubahan bangsa ke arah yang lebih baik dan maju.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyampaikan pidato kunci pada acara Pekan Taaruf Universitas Sultan Agung (Unissula) 2019 di Aula kampus setempat, Jalan Sultan Agung Semarang, Rabu (4/9/2019).

“Kita sebagai generasi penerus bangsa, kita akan meneruskan perjuangan dan harapan masa depan Indonesia. Kita dituntut dapat memberikan solusi maupun ide-ide agar Indonesia lebih maju, dihormati, dan menjadi rujukan dunia,” tegas Taj Yasin Maimoen di hadapan 3.730 mahasiswa baru Unisula yang berasal dari berbagai penjuru nusantara.

Menurut Gus Yasin, generasi muda bangsa terutama para mahasiswa harus bergerak bersama-sama untuk menghadapi berbagai tantangan dan memajukan bangsa, serta membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan bangsa lain.

“Unissula dinobatkan sebagai universitas Islam terbaik di Jawa Tengah, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar terhadap Indonesia, sehingga bangsa kita mampu bersaing dengan bangsa lain,” kata mantan anggota DPRD Jateng ini.

Menurutnya, diskusi wawasan kebangsaan dan bela negara pekan ta’aruf  mahasiswa baru dengan tema “Peran Mahasiswa Dalam Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara” ini penting diselenggarakan sebagai momentum bagi semua tentang pentingnya sikap dan perilaku kebangsaan. Wawasan kebangsaan penting  ditanamkan pada setiap warga negara Indonesia dan harus benar-benar terealisasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena mahasiswa memang perlu dididik dan ditanamkan tentang nilai-nilai kebangsaan, sehingga kita bersama-sama mengangkat dan membawa Indonesia. Kita harus bangga dengan keberagaman yang ada di Indonesia, dan kita harus hati-hati dengan orang atau kelompok-kelompok yang mencoba memecah belah bangsa,” bebernya.

Gus Yasin berharap, semua rakyat Indonesia merajut kerukunan dan membangun persatuan, mengajak seluruh citivas akademika dan masyarakat  untuk bersama membangun Jawa Tengah, membangun masyarkat Jateng sebagai masyarakar yang madani, sejahtera, dan mencintai NKRI.

Menurutnya, Indonesia ibarat sebuah rumah atau sebuah bangunan sebagai tempat berteduh sehingga harus dirawat dan jaga. Indonesia ibarat sebuah rumah dengan Pancasila sebagai pondasi. Artinya Pancasila adalah dasar yang dibangun paling awal dari bagian yang lain, sehibgga Pancasila menjadi kekuatan utama dari tegaknya sebuah bangunan.

Sedangkan UUD 1045  dalam sebuah rumah adalah sebagai tiang atau pilar yang berfungi sebagai penyangga bangunan agar berdiri kokoh dan kuat. Rumah itu tidak akan nyaman tanpa penghuni, dalam hal ini yaitu rakyat. Maka sebagai rakyat Indonesia yang bhineka atau terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama maka semua penghuninya harus hidup rukun.

“Penghuninya adalah rakyat Indonesia. Karenanya penghuni rumah harus menjaga dan merawat rumah dan seisinya. Penghuni rumah besar bangsa Indonesia adalah rakyat yang terikat dalam Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya.

Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung, Hasan Toha Putra menyatakan Unissula di bawah Yayasan Sultan Agung menolak keras paham radikalisme, terorisme, dan gerakan-gerakan lain yang bertentangan dengan Pancasila. Selain itu juga berkomitmen mendukung pemerintah, TNI, dan Polri dalam memerangi dan memberantas setiap gerakan dan organisasi yang berfaham radikal di seluruh pelosok Indonesia

“Kita adalah bangsa yang besar dan maju, Unissula menjadi poros terdepan dalam menjaga NKRI,” tandasnya. (rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here