Inilah Keistimewaan ‘Kampung Seni 29’ Kalicari Palebon yang Banyak Dikunjungi Wisatawan

Indahnya gapura masuk Kampung Seni Kalicari Kelurahan Pelebon Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Banyak pelajara seni yang bisa didapat disini. (foto dian/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Kampung Seni, merupakan salah satu kampung tematik yang dimiliki Kota Semarang. Dinamakan kampung seni, karena di dalamnya memuat berbagai seni sebagai kegiatannya. Mulai dari seni lukis, seni karawitan, seni menari dan lain sebagainya.

Salah satu kampung seni itu adalah Kampung Seni 29. Kampung seni berada di Kampung Kalicari, Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Saat Anda memasuki kampung tersebut, sejumlah mural bergambar dan warna-warni seperti menyambut anda dengan hangat. Mulai dari mural gambar burung, pemandangan alam, air terjun, gambar wayang punakawan, candi borobudur, dan lukisan 3D.

Tak ayal, banyaknya gambar-gambar menarik tersebut, tak sedikit masyarakat dari luar kampung datang ke Kampung Seni untuk berswa foto. Ditambah dengan asesoris-asesoris tambahan seperti pot-pot yang ditata sedemikian rupa, tiang lampu yang berkonsep klasik, dan patung-patung yang dikreasikan warga kampung seni sendiri, membuat lokasi-lokasi instagramable sering didapat pengunjung.

Humas Kampung Seni 29 Slamet Mulyadi mengatakan, seluruh gambar dan kerajinan yang menghiasi Kampung Seni 29 sejauh 150 m tersebut mulai dikerjakan sejak November 2016 saat Kampung Seni terpilih menjadi salah satu kampung tematik di Semarang.

“Konsep, gambar-gambar, patung, dan penataannya juga dilakukan masyarakat sendiri. Bukan malah kita membayar tukang untuk melukis ini itunya (gambar mural). Jadi ini benar-benar otentik dari warga”, ujar Slamet di kediamannya, Kamis (14/2/2019).

Slamet bercerita, dahulunya kawasan tersebut memiliki banyak kegiatan seni di Pondok Seni, Kampung Kalicari. Dimana Pondok Seni pernah mencatatkan sejarah memenangi kejuaraan di tingkat kota, provinsi, dan nasional. Dan kemudian, berkat keseriusan semua pihak, Kampung Seni pun menjadi identitas kampung tersebut. Dan hingga saat ini, Kampung Seni sering dikunjungi wisatawan, baik dari dalam kota atau luar kota Semarang.

“Kami bangga Kampung Seni 29 ini sering didatangi tamu. Mulai dari pelajar, PKK kecamatan lain, dan yang terakhir ini, ada Komunitas Mobil dari Sukoharjo”, imbuhnya.

Lebih lanjut, Slamet menerangkan, sebenarnya Kampung Seni 29 tidak hanya lukisan mural saja yang menjadikan Kampung tersebut dinobatkan sebagai Kampung Seni. Namun masih banyak kesenian lain, seperti seni menari, gamelan, karawitan dan lain lain. Dirinya mempersilahkan jika pengunjung ingin mengenal dan mempelajari seni di Kampung Seni.

“Jadi silahkan kalau ada yang mau belajar menari, gamelan, atau membuat topeng, bisa kami pandu. Semua kegiatan dipusatkan di joglo Kampung Seni. Letaknya di tengah-tengah Kampung Seni ini,” terangnya.

Hingga saat ini, tambah Slamet, Joglo memiliki fungsi yang vital dalam berbagai kegiatan di Kampung Seni tersebut. Baik kegiatan yang bersifat seni maupun kegiatan masyarakat seperti kegiatan Posyandu, hingga Musyawarah kampung. (dian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here