Inilah Alasan PSIS akan Melakukan Uji Coba ke Luar Negeri

Pemain PSIS saat melakukan latihan cross country di kawasan Bandungan Kabupaten Semarang, Senin (25/3/2019)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Persiapan PSIS Semarang menuju Liga Satu 2019 akan diwarnai dengan uji coba ke luar negeri. Mahesa Jenar mengagendakan ujicoba dengan tim negeri Jiran Malaysia dan atau Singapura. Sementara, saat ini skuat besutan Jafri Sastra ini tengah digembleng fisiknya dalam pemusatan latihan di Bandungan, Kabupaten Semarang.

CEO PSIS, Yoyok Sukawi mengatakan bahwa uji coba di negara tetangga menjadi agenda timnya dalam waktu dekat. Menurut pria yang juga anggota komite eksekutif (Exco) PSSI tersebut, selama di luar negeri setidaknya Hari Nur dan kolega akan menjalani tiga sampai empat kali uji coba.

“Uji coba nanti di luar negeri, timnya bisa dari Singapura atau Malaysia,” ungkap Yoyok Sukawi, Senin (25/3/2019).

Untuk lokasi uji coba juga satu diantara dua negara tersebut. Dipilihnya lawan uji coba kontra tim luar negeri bukan tanpa sebab. Pasalnya, Yoyok menilai tim asal Malaysia dan Singapura dapat sebagai acuan guna melihat progres dari TC yang kini tengah berjalanan di Bandungan.

“Nanti tolok ukurnya lawan tim asal Malaysia atau Singapura, tentu setelahnya akan kami nilai sejauh apa progres dari TC yang kini tengah digelar. Selain itu, kalau kami uji coba di Indonesia saya rasa sulit mengurus perizinan terutama saat jelang Pemilu ini,” imbuh Yoyok.

Sementara, dalam program pemusatan latihan PSIS Semarang, pemain mulai melahap cross country di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang. Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan melahap menu cross country menyusuri jalan berbukit.

Cross country menjadi satu di antara bagian dari program menggembleng fisik para punggawa Mahesa Jenar. Meski cukup berat, skuat Mahesa Jenar tampak menikmati porsi cross country dengan memasuki jalan-jalan kampung, hingga jalur utama Bandungan yang cukup menanjak.

Pelatih fisik PSIS, Budi Kurnia mengatakan, latihan cross country menjadi menu wajib dalam pelaksanaan pemusatan latihan skuat Mahesa Jenar selama 10 hari setelah mengikuti Piala Presiden 2019. Menurutnya, kondisi stamina para pemain mengalami penurunan setelah berjibaku di ajang Piala Presiden 2019.

“Setiap hari menu latihan fisik pasti berbeda. Kalau kemarin kita kasih menu circuit trainingdan gym, hari ini pemain melahap menu berat lagi, cross country dengan jarak 6,5 kilometer,” terang Budi Kurnia, Senin (25/3).

Budi Kurnia mengatakan, cross country sebagai salah satu latihan untuk meningkatkan daya tahan pemain. Jarak tempuh dan waktu berlari harus terukur dengan baik, sehingga perkembangan fisik pemain bisa terpantau maksimal.

“Kalau cross country kita ini masuk jarak sedang, tetapi memiliki medan yang cukup berat. Salah satu latihan daya tahan tubuh. Fokus pada TC kali ini pada akan diperbanyak menu power, strenght, dan endurance,” tandas mantan pelatih fisik Persis Solo ini. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here