Hendi Kunjungi SMPN 10 Semarang, Inilah Pesannya

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Berselfi dengan siswa siswi SMPN 10 Semarang, Kamis (14/5/2019) (dok.humas)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Program pembangunan pendidikan menjadi salah satu prioritas yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang. 

Mulai dari program pendidikan SD dan SMP Gratis, pembangunan fisik fasilitas pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di Kota Semarang, menjadi bagian dari program pembangunan pendidikan yang diupayakan.

Badan Pusat Statistik mencatat pada tahun 2015 angka putus sekolah di Kota Semarang pada jenjang SMP termasuk cukup tinggi, sebesar 18,42%. Penurunan drastis terjadi terhadap angka putus sekolah di Kota Semarang pada jenjang SMP di tahun 2017, dimana menurun drastis menjadi 6,81%.

Angka putus sekolah anak SMP di Kota Semarang itu bahkan menjadi lebih rendah dibandingkan Kota Surakarta yang justru meningkat menjadi 13,97 %, atau Klaten yang sebesar 14,64%, Boyolali 23,13%, Jepara 33,04%, Batang 36,84%, juga Wonosobo yang ada di angka 38,43%. 

Terkait capaian positif tersebut, Wali Kota Semarang yang biasa disapa Hendi itu meminta untuk semua insan pendidikan di Kota Semarang, agar tak lantas mengendorkan semangatnya untuk membentuk generasi emas Kota Semarang. 

“Salah satunya dengan berupaya agar menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman bagi siswa – siswi. Jadi Sekolah tidak hanya menjadi tempat mencari ilmu, tetapi juga harus menjadi rumah kedua yang memberi kenyamanan bagi para siswa,” ujar Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut saat mendatangi SMP Negeri 10 Kota Semarang, Kamis(14/3/2019).

Senada dengan Hendi, Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Kota Semarang, Erwan Rohmat, mengatakan pihaknya terus berupaya menjadikan lingkungan sekolahnya menjadi ramah bagi anak dan bebas dari bullying, dalam rangka meningkatkan kenyamanan siswa – siswi bersekolah. 

“Sebelumnya kita juga telah melakukan deklarasi anti kekerasan bersama seluruh siswa. Kami juga mengoptimalkan sisi positif minat bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler sehingga siswa terdorong lebih aktif dan fokus mengejar mimpi mereka. Saat ini, sekolah terus memfasilitasi minat para siswa untuk menjadi youtuber, wartawan dan pekerjaan yang akrab dengan dunia milenial lainnya,” tuturnya. (dian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here