Hendi Ajak TP PKK Terus Ikut Serta Dalam Pembangunan

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan sambutan di depan Kader PKK Kota Semarang, Senin (18/3/2019). ( foto dian/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi selalu menggandeng berbagai pihak dalam mengatasi persoalan pembangunan. Salah satunya, menggandeng Tim Penggerak PKK.

Hasilnya banyak persoalan krusial di kota Lunpia ini yang berhasil ditangani oleh Tim Penggerak PKK. Kota Semrang.

Hal itu disampaikan Hendi, sapaan akrab wali kota, saat memberikan pengarahan di depan Kader PKK Kota Semarang, Senin (18/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut Hendi, meminta para kader PKK untuk terus berpartisipasi dalam mengentaskan sejumlah persoalan.

 “Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah, untuk itu kita harus selangkah lebih maju dibanding dengan kota atau kabupaten lain. Namun saat ini kondisinya kita masih dihadapkan dengan sejumlah problematika seperti kasus Demam Berdarah, HIV, dan kondisi mental generasi muda,” ujarnya.

Kondisi tersebut memunculkan komitmen Kepala Dinas Kesehatan untuk memberantas Demam Berdarah bersama dengan ibu-ibu PKK sebagai Kader penggerak melalui Petugas Surveilans Kesehatan (Gasurkes) di seluruh wilayah kelurahan se-Kota Semarang dalam upaya menekan Angka Kejadian DBD dan Angka Kematian Ibu. 

Upaya tersebut berangsur berhasil. Sejak tahun 2013 jumlah kasus DBD sebanyak 2.364 kasus yang kemudian terus menurun hingga angka 50 kasus saja di tahun 2018.

Pihaknya juga mempersoalkan tingginya penderita HIV di Kota Semarang. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, dalam periode Januari-November 2018 terdapat 546 temuan kasus penderita HIV/AIDS. Bahkan per bulan DKK mencatat adanya 125 penderita baru di Kota Semarang. 

Menurut Hendi tingginya kasus HIV yang ditemukan ini akan berpotensi dengan persoalan seksual lainnya. Selain itu adanya sejumlah kasus yang berkaitan dengan tindak kriminal yang dilakukan oleh generasi muda juga tidak luput dari perhatian wali kota.

“Tolong dipahami lingkungan luar itu tidak bisa kita kontrol. Bahkan terkadang penyebab dari seorang anak melakukan tindak kriminal adalah lantaran tertantang agar tidak diremehkan. Pernah saya mendatangi pelaku perampasan motor, pelakunya bocah usia 15 tahun. Setelah saya tanya penyebabnya karena ia ditantang untuk merampas motor. Juga kasus pembacokan, dirinya melakukan hal itu agar dianggap gagah oleh rekan-rekannya,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya berpesan kepada para kader PKK untuk bergerak bersama mengantisipasi kejadian-kejadian tersebut dengan cara menjaga putra-putrinya, berikan perhatian, monitor, bahkan sekedar mengajak ngobrol mereka terkait kegiatan sehari-hari. Terakhir, Hendi juga mengingatkan terkait partisipasi PKK untuk mensukseskan Pilpres dan Pileg tanggal 17 April 2019. (dian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here