Harga Cabai Meroket Tembus Rp 60 Ribu/Kg, Berikut Pemicunya

Harga cabai di pasar tradisional di seluruh wilayah kabupaten Kendal mengalami kenaikan harga. Baik cabai merah, rawit maupun cabai gunung (cabai galak). ( foto dye/sigijateng.id)  

SIGIJATENG.ID, Kendal – Sejak sebulan terakhir, harga cabai di pasar tradisional di seluruh wilayah kabupaten Kendal mengalami kenaikan harga. Baik cabai merah, rawit maupun cabai gunung (cabai galak).

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Kendal, Jannah (43) mengatakan jika harga cabai sebelumnya hanya dikisaran Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogramnya. Namun untuk saat ini cabai merah harganya mencapai 55ribu/Kg, cabai Galak 60ribu/Kg, dan cabai Rawit 53ribu/Kg.

“Kenaikan harga cabai ini membuat sepi pembeli. Konsumen akhirnya banyak yang mengurangi kebutuhan agar bisa membeli cabai. Biasanya harga cabai hanya berkisar antara Rp 30 ribu – Rp 35 ribu per kilogramnya,” ujarnya, Jumat (19/20/7/2019).

Menurutnya, kenaikan harga cabai ini sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Sementara untuk masalah stok cabai, beberapa pedagang cabai di Kendal harus berbagi dengan pembeli dari wilayah pulau Sumatera yang juga turut andil ikut mengambil cabai dari Temanggung.

“Kita ambil cabai dari daerah Temanggung dan ini sudah hampir 1 bulan lebih harga cabai memang terus naik. Kenaikan harga karena stok di sini mengalami kekurangan. Sebab harus berebut dan berbagi dengan banyak pedagang dari daerah pulau Sumatera yang juga andil ikut mengambil dari Temanggung,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal Zubaedi menjelaskan jika kenaikan harga memang terjadi merata di 5 pasar besar yang ada di wilayah Kendal. Dikatakan menurunya stok cabai ini selain adanya pembeli langsung dari daerah luar juga faktor cuaca mempengaruhi hasil produksi panen cabai.

“Berdasarkan tim pengendali inflasi, jadi di wilayah Kendal ini memang terdapat adanya gagal panen sehingga barang mengalami pengurangan sedikit. Namun, untuk stock masih belum terlalu sedikit. Hampir di semua pasar di Kendal harga kisaran 50-60ribu/Kg,” terangnya.

Ia menambahkan, dari kenaikan harga cabai ini untuk permintaan cabai rawit terbilang lebih tinggi bila dibandingkan cabai galak. Hal itu lantaran banyaknya pedagang masakan olahan beralih menggunakan cabai yang tergolong lebih murah untuk memangkas biaya produksi.

“Banyak pedagang beralih menggunakan cabai yang harganya tergolong murah, sebab bisa memangkas biaya produksi. Bahkan, permintaan cabai jenis rawit terbilang lebih tinggi dibandingkan cabai jenis gunung atau cabai galak,” pungkasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here