Hadi Santosa; Sumber Daya Alam dan Lingkungan Bukan Warisan Nenek Moyang

SIGIJATENG.ID, Semarang -Ada empat wewaler angker (pantangan angker) Perda No 16 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Propinsi, jangan sampai melanggar, karena bisa kualat secara alam,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso pada acara Sosialisasi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) No. 16 Tahun 2019 itu.

Hal itu dikatakan saat menjadi pembicara dalam Workshop Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah pada Senin (9/10/2019) di Hotel Pandanaran.

Politisi PKS tersebut mengungkapkan yang pertama adalah memastikan Jateng aman secara pangan dan terjaga kesejahteraan secara turun temurun. Maka luas LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) seluas 1.025.255 Ha.

“Selanjutnya, kawasan Industri target mencapai 7% dari pertumbuhan ekonomi propinsi jateng 2024. Maka perlu dukungan pertumbuhan industri, kawasan stategis Nasional khusus industri di Brebes dan Kendal, serta 7 kawasan strategis Propinsi industri, harus mengacu pada ecoregion induastrial, untuk kesinambungan daya dukung lingkungan,” kata politisi asal Wonogiri tersebut.

Pria yang akrab disapa Mas Hadi ini menambahkan yang ketiga adalah mengamankan Proyek Strategis Nasional dan Propinsi untuk pemerataan pembangunan.

“Kemudian terakhir untuk mempertahankan kualitas daya dukung lingkungan, RTH DAS memiliki persentase 30% dari wilayah DAS,” pungkasnya. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here