Gusdurian UIN Walisongo Adakan Semarang Religious Diversity Youth For Peace

peserta antusias menyimak kajiam di masjid Nusrat Jahan (mushonifin/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Gusdurian UIN Walisongo mengadakan kajian lintas agama dalam rangkaian kegiatan “Semarang Religious Diversity Youth For Peace” di Masjid Nusrat Jahan di Jl. Erlangga Raya, Peleburan, Semarang Selatan Minggu 12 Oktober 2019. Hari ini merupakan rangkaian diskusi yang ke 2, adapun diskusi ke 1 telah diadakan di Gereja Katedral.

Ketua Gusdurian UIN Walsongo Semarang, Mega mengatakan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa baru tentang beragamnya budaya dan agama di Kota Semarang.

“Tujuan kami mengadakan kegiatan ini adalah agar para pemuda membuka selebar-lebarnya pola pikirnya untuk menyimak ajaran-ajaran keagamaan yang berbeda. Kami ingin cara pandang Gusdur diwarisi oleh mereka”, jelas Mega.

Kegiatan ini juga untuk membantu salah seorang anggota Gusdurian bernama Rasyida Rifa’ati Husna yang akan melakukan follow-up program interfaith religious yang dia ikuti di tiga negara yaitu India, Cina, dan AS.

“Kadi kami juga membantu Ros (pangilan Rasyida) untuk membuat follow up kegiatan sepulang dia dati India, Cina, dan AS”, lanjut Mega.

Rasyida sendiri menjelaskan “Semarang Religious Diversity Youth For Peace” merupakan sebuah program sosial yang mengusung tema agama, toleransi dan kedamaian. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan keberagaman dalam beragama yang ada di Semarang, dan mengajak pemuda- pemudi untuk terus berpartisipasi dalam memperkuat bingkai kerukunan antar umat beragama, dan mempromosikan religious pluralisme dengan dialog bersama. 

“Kami belajar saling tukar pikiran serta membangun pemahaman beragama. Kami juga belajar memecahkan masalah terkait apa-apa yang sesungguhnya menjadi bibit-bibit kesalahpahaman antar pemeluk agama dan keyakinan”, ujar Rasyida.

“Dalam agenda ini kami akan ada kunjungan ke rumah-rumah ibadah di sekitar Kota Semarang, dan menyaksikan langsung bagaimana community services ibadah setiap agama di Semarang. Sehingga pemuda lintas agama dapat belajar, memahami, menghargai setiap perbedaan serta dapat berbagi kepada pemuda lain, dan menciptakan impact yang dapat dirasakan dan berkesinambungan,” pungkas Rasyida. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here