Gus Yasin Kunjungi Warga Penerima Bantuan RTLH Pemprov Jateng di Sragen

Gus Yasin saat berada di rumah Mbah Supartini (72), di Desa Kedawung Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen, Kamis (12/12/2019).  ( foto humas)

SIGIJATENG.ID, Sragen– Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen berkunjung ke rumah Mbah Supartini (72), di Desa Kedawung Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen, Kamis (12/12/2019).

Kedatangan Wakil Gubernur yang datang bersama rombongan ini membuat ini mengejutkan Mbah Supartini. Selain tanpa diduga, kedatangan Gus Yasin juga untuk

memberi kabar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperbaiki rumahnya.

Rumah berdinding papan kayu dan berlantai tanah yang ditempati Supartini bersama kedua cucunya ini masuk dalam program bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jateng.

Alhamdulillah. Ini rejeki nomplok dari Gusti Allah. Saya sangat bungah (bahagia) mendapat bantuan ini. Rumah saya elek (jelek) dan rusak karena tidak mampu memperbaiki tapi sebentar lagi akan dibangun oleh pemerintah. Saya bersyukur, kalau sudah diperbaiki nanti cucu-cucu saya bisa lebih nyaman berada di rumah ini,” ucap Supartini, kepada Wagub Gus Yasin.

Keterbatasan ekonomi menjadikan janda lanjut usia ini tidak mampu memperbaiki rumah yang sudah rusak di berbagai bagian. Bahkan, nenek yang sehari-harinya buruh tani ini masih harus menanggung biaya kebutuhan hidup dan pendidikan kedua cucunya. Dengan adanya bantuan ini, Supartini merasa lega dan bahagia karena bebannya teringankan.

Wagub Taj Yasin berharap, adanya program RTLH ini tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan, melainkan juga warga desa yang ikut bergotong royong membantu proses perbaikan. Ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat guna mengurangi kemiskinan di desa tersebut.

“Saya berharap semua warga ikut nyengkuyung (mendukung) program pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota. Warga nanti dibantu TNI PMI dari Koramil setempat, dan PMI membongkar dan memperbaiki rumah warga penerima bantuan RTLH, kemudian 19 warga yang rumahnya belum dialiri listrik PLN juga sudah dibantu. Program kami tidak hanya fisik tetapi juga program pemberdayaan masyarakat melalui berbagai pelatihan,” jelas Taj Yasin.

Ternyata yang mendapat RTLH di desa itu hanya Supartini sendirian. Kebahagian juga dirasakan keluarga Martorejo (75), warga RT 05. Kakek delapan cucu ini mendapat bantuan perbaikan RTLH dan biaya pengobatan untuk kondisi sakit tulang dan pendarahan otak yang dialaminya akibat jatuh dari sepeda.

“Bapak (Martorejo) baru seminggu ini pulang dari rumah sakit. Selama di rumah sakit, biaya kami tanggung sendiri karena KIS (Kartu Indonesia Sehat) milik bapak tidak dapat digunakan. KIS punya bapak ada kesalahan admunistrasi, yaitu namanya tidak sama antara yang tertulis di KTP dan di KIS,” terang Kemis, salah satu putra Martorejo.

Mendengar ini, Wagub didampingi Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Kepala DP3AP2KB Jateng Retno Sudewi, langsung menindaklanjuti persoalan terkait KIS milik Martorejo. Dengan demikian, nantinya Martorejo bisa mendapat perawatan medis di rumah sakit tanpa mengeluarkan biaya pribadi.

“Kami sudah menindaklanjuti persoalan administrasi KIS milik Mbah Martorejo. KIS yang lama segera diurus pergantian namanya, jadi nanti tidak ada kesulitan lagi. Pemkab Sragen siap memfasilitasi agar proses pengobatan Mbah Martorejo lancar tanpa kendala,” terang Dedy. (Rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here