Gunakan Medsos, Ganjar Pranowo; Masyarakat dan Pemerintah Makin Dekat

Gubernur Ganjar Pranowo saat Diskusi Panel Pelayanan Publik, Lapor! Goes to Campuss di Gedung Prof Soedarto Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (10/9/2019) siang.

SIGIJATENG.ID, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku sangat memanfaatkan keberadaan media sosial (medsos) untuk menunjang tugasnya. Ganjar membuka kanal-kanal pengaduan, dengan kanal-kanal itu memudahkan masyarakat untuk mengadu.

Ganjar mengatakan banyak laporan yang diterima, usai media sosial pribadinya dibuka untuk masyarakat. Masyarakat seolah tak peduli permasalahan tersebut sesuai dengan kewenangan gubernur atau tidak.

Lapor sandal pedhot neng nggonku, laporan jomblo ya ana, kabeh dilaporke gubernure,” ujar Ganjar.

Hal tersebut dikatakan Ganjar Pranowo kepada mahasiswa peserta Diskusi Panel Pelayanan Publik, Lapor! Goes to Campuss di Gedung Prof Soedarto Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (10/9/2019) siang. Acara diikuti oleh ribuan mahasiswa.

Ganjar menjelaskan, perkembangan penggunaan media sosial memang sangat membantu mempercepat penanganan pengaduan masyarakat di Jawa Tengah. Hanya dalam hitungan jam, pengaduan masyarakat dapat diselesaikan dengan baik dan tuntas. Akibatnya, masyarakat semakin dekat dengan pemerintah, birokrasi pun menjadi tambah kasual.

“Birokrasi digital dan birokrasi yang kasual berusaha kita wujudkan di Jawa Tengah. Masyarakat bisa langsung mengadu kepada gubernurnya, tanpa bertemu secara formal. Cukup nge-twit atau melalui kanal yang disediakan,” kata Ganjar Pranowo.

Mantan anggota DPR RI ini tidak cukup hanya membuka medsos pribadi. Ganjar Pranowo juga memerintahkan seluruh SKPD di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan hal yang sama, yakni membuka akses seluas-luasnya untuk masyarakat melalui akun media sosial. Sehingga, masyarakat dapat memperoleh informasi, menyampaikan kritik dan saran kepada pemerintah, hingga mengadukan permasalahan yang ditemuinya.

“Seluruh SKPD di Provinsi Jawa Tengah sudah menggunakan media sosial, sudah saya wajibkan pakai medsos untuk membuka kanal pengaduan masyarakat. Karena itu gratis dan gampang. Nah, tugas saya hanya cc saja ke akun SKPD tersebut, saya tunggu responnya dalam 1x24jam,” terangnya.

Ganjar menjelaskan mewujudkan layanan yang mudah, murah, cepat dan tuntas memang bukan hal gampang. Dirintis sejak 2013 pembangunan kanal pengaduan masyarakat “LaporGub!” di Provinsi Jawa Tengah berkembang secara bertahap. Mulai dari kanal website LaporGub!, kemudian pada 2014 berkembang dengan adanya “SMS Laporgub!” dan “hotline laporgub”, hingga pada 2019 ini sudah menjangkau aplikasi android “Laporgub!” serta media sosial, seperti instagram, facebook dan twitter.

“Agar semuanya bisa berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan, saya buatkan Pergub Nomor 13 Tahun 2018 yang mengatur tentang pelaksanaan pengaduan masyarakat di Jawa Tengah. Melalui Pergub tersebut dapat memantau penanganan pengaduan masyarakat yang dilakukan SKPD. Data yang terekam dalam sistem memperlihatkan berapa laporan yang direspon dan tidak, maka data itu yang menjadi dasar evaluasi terhadap SKPD,” kata suami Siti Atikoh ini.  (kom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here