Es Degan Pak Ambon, Sudah Eksis 60 Tahun

Warung es degan Pak Ambon di Jalan Dr Cipto No 100 A

SIGIJATENG.ID, Semarang – Es degan, salah satu jenis minuman yang sangat familiar bagi warga Jawa Tebgah. Bahkan, minuman berbahan dasar kelapa ini menjadi salah satu primadona minuman segar khususnya di Semarang.

Bulan Ramadhan ini, Es Degan menjadi pilihan menu berbuka. Biasanya, air kelapa disajikan dengan daging kepala yang dikerok dicampur dengan es batu. Umumnya, untuk menambah sensasi segar, penjual es degan mencampur air kelapa muda dengan pemanis, baik itu sirup, gula aren maupun gula pasir.

Di Semarang, ada warung es legendaris yang menyajikan Es Degan murni dan menjadi jujugan masyarakat menikmati waktu berbuka dengan takjil degan. Berlokasi di pinggir Jalan Dr Cipto No 100 A, Es Degan Pak Ambon seperti menjadi legenda kuliner takjil Kota Semarang. 

Pemilik warung, Pak Ambon yang bernama  asli Ahmad Nur Amin mengatakan, bahwa usaha yang digelutinya saat ini adalah warisan turun temurun dari sang Ayah. Dahulu, sang ayah menjajakan es degan miliknya dengan cara dipikul.

“Saya sudah mulai membantu ayah saya berjualan es degan di Jalan Dr Cipto sejak umur 5 tahun. Sejak harga Rp 5 hingga jadi Rp 5.000 per gelas saat ini. Dulu ayah saya (bernama Sarpin), jualan pertama kali di depan STM 1 menggunakan angkringan pikulan (angkat junjung,” ujarnya, Rabu (15/5/2019).

Setelah sang ayah wafat pada tahun 1982, usaha diteruskan ibu dan kakak saya. Dirinya pun mengaku generasi keempat menjajakan es degan milik keluarganya dan selanjutnya pindah di sini, depan SD Xaverius.
Pak Ambon menceritakan, keunggulan es degan miliknya adalah tambahan resep keluarga yang hingga 60 tahun tidak berubah. Mereka yang pernah mencicip es degan Pak Ambon dipastikan akan balik lagi menjajal lantaran ketagihan dengan kesegaran air degannya.

“Ini seratus persen air kelapa murni, saya jamin,” imbuhnya.
Di bulan puasa ini, diakuinya omzet jualannya  naik sekitar 50 % dibanding bulan biasa.  Bulan puasa ini, dia mampu menjual 300 kelapa. Dimana di hari biasanya hanya bisa jual 200 kelapa muda. “Ini belum termasuk pesanan, seperti dari perusahaan, bisa pesan 750 gelas untuk keperluan berbuka,” tambahnya.

Salah satu pengunjung setia, Ferdianto warga Layur, Semarang ini menagku sudah beberapa kali mampir untuk mencicipi es degan Pak Ambon. Rasanya yang berbeda dan suasana warung yang teduh membuat dirinya mengaku kembali mencicipi es degan pak Ambon tersebut.

“Sudah beberapa kali mas. Sini juga enak suasananya. Mudah juga akses kesininya Jadi nggak sulit. Kalau saya sukanya yang tanpa campuran tape. Segar pokoknya,” tukasnya. (dian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here