Duh… Kalah 2-0, PSIS Gagal Hentikan Rekor Mentereng Tira Persikabo

Gelandang serang PSIS Semarang, Septian David Mualana saat turun lapangan menjamu PS Tira Persikabo, PSIS kalah 0-2, Jumat (2/8/2019). ( foto IG @psisfcofficial )

SIGIJATENG.ID, Magelang –PSIS gagal menghentikan rekor mentereng PS Tira Persikabo, yakni satu-satunya tim peserta Liga Shoopee 2019 yang belum pernah kalah hingga pekas 11. Justru, sebagai tuan rumah PSIS malah dipermalukan di depan ribuan supporter fanatiknya, kalah dengan skor 2-0 (1-0). Tuan rumah mengakui kalah segala-galanya dari lawan.

Laga PSIS kontra Tira Persikabo berlangsung di Stadion Moch Soebroto Magelang, Jumat (2/8/2019) sore pukul 15.30 WIB. Mahesa Jenar dibobol dua gol oleh Wawan Feriyanto dan Ciro Alves tanpa bisa membalas. Dengan hasil ini, PSIS turun ke posisi 9 dengan poin 14 dari 11 kali main, sedang Tira Persikabo kembali ke puncak klasemen dengan poin 26 dari 12 laga.

Kekalahan ini membuat pendukung kecewa. Apalagi, sebelumnya juga sudah kalah di kandang dengan Persib Bandung dengan skor 1. Barisan penyerangan kembali menjadi sorotan supporter, karena gagal memaksimalkan sejumlah peluang yang ada.


Pelatih PSIS, Jafri Sastra, mengakui tim besutannya kalah kelas dari tim tamu besutan Rahmad Darmawan. “Untuk pertandingan ini, bisa dikatakan kami kalah segala-galanya, tapi yang terpenting pemain tidak perlu saling menyalahkan. Tim ini apapun hasilnya tanggung jawab saya sebagai pelatih kepala,” kata Jafri dalam jumpa pres usai pertandingan. 


Babak pertama, kata dia, dari menit awal Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan sebetulnya sudah memiliki sejumlah peluang namun tidak terkonversi menjadi gol. “Ini menjadi satu masalah untuk mental anak-anak, kemudian asyik menyerang tapi kemudian malah mendapatkan serangan balik oleh lawan yang menjadi masalah bagi kita,” ujar Jafri. 

Karena situasi organisasi dan banyaknya kesalahan bisa dimanfaatkan oleh lawan, mereka pun bisa mencetak gol kedua. Setelah itu, PSIS mencoba bangkit, tapi hanya menciptakan peluang tidak menciptakan gol. “Di sepakbola, gol adalah menjadi hal yang sangat penting, itu yang menentukan menang kalahnya disitu,” ujarnya.


Sementara, pemain PSIS Semarang, Tegar Infrantrie, menambahkan pemain sudah tampil dengan maksimal, namun ‘dewi fortuna’ belum berpihak padanya. “Hari ini, mungkin coach dan pemain sudah maksimal, namun ‘dewi fortuna’ belum ada di pihak kita lagi di hari ini. Bagaimanapun saya tidak pernah menyalahkan pemain atau coach atau semuanya mungkin keberuntungan harus kita lebih syukuri lagi di pertandingan berikutnya lawan Persipura,” ujarnya.

Sementara, Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan menyebut timnya bermain efektif. Tuan rumah terus melancarkan serangan sejak babak pertama. Timnya sukses mencetak dua gol oleh Wawan Febriyanto dan Ciro Alves. 

“Puji syukur, Alhamdulillah kami diberikan rezeki dengan dapat tiga poin di tandang. Pertama, saya apresiasi perjuangan pemain yang memang mereka masih terus mampu menampilkan kualitas dalam sisi motivasi, kemudian fighting spirit yang terus dipertahankan selama 90 menit,” kata RD dalam konferensi pers.

“Kemudian, banyak hal juga yang terjadi, kami mendapatkan juga banyak keberuntungan karena Semarang banyak sekali punya peluang. Mungkin kalau kami bandingkan corner kick Semarang dengan kami jauh sekali. Karena, memang dia punya banyak kesempatan menguasai zona kita, tapi sekali lagi hari ini kita yang lebih efektif dalam menyelesaikan peluang-peluang itu dan mungkin Semarang belum beruntung dibandingkan kita,” ujar RD.

Pemain Tira Persikabo, Osas Marvellous Ikpefua atau Osas Saha bersyukur bisa mendapatkan tiga poin. Dia bilang itu berkat kerja keras dan menerapkan strategi yang telah diberikan pelatih selama ini. 

“Hari ini bersyukur bisa dapat 3 poin karena kerja keras dan strategi pelatih. Teman-teman bisa bekerja keras dan kompak,” ujarnya. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here