Duh.. Banyak Produksi UMKM Sragen Belum Masuk Toko Modern

SIGIJATENG.ID, Sragen – Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggandeng sejumlah dinas untuk peningkatan kualitas produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Saat ini ada 76 ribu UMKM yang berpotensi bisa menembus pasar toko modern.

Kepala DPMPTSP Sragen Tugiyono menyampaikan ada 56 toko modern di Sragen. Sesuai regulasi yang dikeluarkan Pemerintah toko modern tersebut wajib menampung produk UMKM. Namun juga perlu didorong oleh pelaku usaha bahwa produk yang masuk ke toko modern harus memenuhi persyaratan.   

”UMKM kita bina dan bimbing, mulai dari pihak toko modern sendiri, dari teknopark, Disperindag dan Dinas Kesehatan tentang produk yang layak dikonsumsi dan jual,” jelasnya.

Tidak hanya kelayakan rasa dan kesehatan produk makanan saja. Namun juga memperhatikan pengemasan produk agar layak ditempatkan di toko modern. ”Jadi selama ini bukan toko modern yang menolak produk Sragen, tetapi justru UMKM kadang tidak memenuhi standar, padahal permintaan banyak,” bebernya.

Pemerintah kabupaten Sragen juga membentuk tim Monev untuk memperhatikan UMKM yang sudah bermitra dengan toko modern. Terkait kondisi produk UMKM di toko modern. Lantas produk UMKM asli Sragen ditempatkan di rak dengan penempatan yang strategis. ”Ada standar minimal yang saya bakukan, jadi tim akan memonitor secara berkala,” ujarnya.

Tugiyono menyampaikan untuk meningkatkan kesejahteraan, tidak hanya di toko modern saja. Jika telah beroperasi, Mal Pelayanan Publik (MPP) juga memberi ruang untuk produk UMKM Sragen.  Target peresmian bisa terlaksana pada akhir 2020. ”Kita tencanakan kita launching 2020, nanti juga akomodir UMKM dan swasta,” terangnya. (Santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here