Dua Kali Abu Bakar Baasyir Batal Bebas, LUIS Kecewa

Abu Bakar Ba'syir dan Yusril Ihya Mahendra kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf. (foto antara)

SIGIJATENG.ID, Solo – Batal bebasnya Abu Bakar Baasyir, membuat segenap elemen umat muslim Solo kecewa. Salah satunya LUIS. Harapan tinggi pembebasan ustadz Abu Bakar Baasyir ternyata kandas di tengah jalan.

Sekjen LUIS, Endro Sudarsono mengatakan sejak hari Jumat-Senin sore kemarin sikap pemerintah masih sejalan dengan yang disampaikan oleh Yusril Ihza Mahendra. 

“Namun tiba-tiba pemerintah justru memusnahkan apa yang menjadi harapan yang disampaikan pemerintah sendiri,” jelas Endro Sudarsono Rabu (23/1).

Pihaknya tidak mengetahui situasi yang sedang terjadi. Sebelumnya, syarat bebas bersyarat yang telah disampaikan Yusril Ihza Mahendra bisa disampingkan justru kini menjadi syarat mutlak pembebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir. 

“Jadi sejak pertama, kedua, ketigapun hingga tahun 2023 Ustad Abu tidak akan pernah bebas dan tidak ada istilah kemudian menghormati ulama, ulama tidak akan lama-lama di penjara dan tidak ada lagi pertimbangan kemanusiaan,” tutur Endro Sudarsono.

Situasi ini, lanjut dia, menimbulkan kekecewaan kembali untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya pernah dikecewakan pemerintahan terkait janji pembebasan pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki itu.

“Pertama saat Menhan Ryamizard Ryacudu sebagai utusan pemerintah pernah datang ke pondok, ketemu keluarga juga pimpinan pondok pesantren. Membahas tentang pembebasan ustadz, namun batal,” papar Endro Sudarsono. 

Padahal demi alasan kemanusian, seharusnya pemerintah memiliki kebijakan untuk mengesampingkan sebagian syarat dari bebas bersyarat Ustaz Abubakar. Dia berharap, Ustad Abu Bakar Baasyir bisa istirahat dan beribadah dengan tenang di rumah ditemani seluruh keluarga. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here