Dua Desa di Temanggung Didorong Agar Bisa Seperti Desa Wisata Ponggok Klaten

Kepala Dispermadescapil Jawa Tengah, Sudaryanto. (foto : sigijateng.id )

SIGIJATENG.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong desa-desa di wilayahnya agar mampu memunculkan potensi potensi daerahnya masing-masing sehingga mampu untuk diberdayakan.

Setidaknya, saat ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadescapil) Jawa Tengah sedang mendorong dua desa di Kabupaten Temanggung agar kemudian bisa seperti Desa Ponggok, Klaten.

“Kedua desa yang dimaksud terletak Pringsurat dan Candiroto. Di sana sejak lama terkenal sebagai sentra penghasil kopi khas Temanggung”, ujar Kepala Dispermadescapil Jawa Tengah, Sudaryanto, Jumat (25/1/2019).

Sudaryanto mengakui jika Desa Ponggok sangat hebat dalam mengelola pariwisatanya. Tak ada yang bisa menandingi di Jawa Tengah. Kehebatan Ponggok sebagai desa wisata beromzet miliaran hanya bisa disaingi oleh Desa di Tabanan, Bali.

“Tapi, tiap desa tidak perlu iri kepada mereka. Sebab Ponggok itu juga memulainya dari dana pinjaman untuk kemudian dikelola menjadi desa wisata mandiri. Sebenarnya potensi desa wisata mandiri bisa banyak dilakukan di Jawa Tengah. Mulai desa wisata alur sungai, desa tangguh bencana dan sebagainy”, imbuh Sudaryanto.

Sudaryanto menyatakan alokasi dana desa yang digelontorkan pemerintah setiap tahunnya terus alami peningkatan. Di 2015, Pemprov Jateng dapat kucuran dana desa sebesar Rp 2,0 triliun, kemudian pada 2016 dikucurkan sebesar Rp 5,0 triliun, lalu di tahun 2017 dikucurkan Rp 6,3 triliun, pada 2018 dikucurkan Rp 6,74 triliun.  “Tahun ini Pemprov Jateng dapat alokasi dana mencapai Rp 7,88 triliun. Itu rata-rata alokasinya per desa bervariasi. Sekitar Rp 900 juta per desa,”tukas Sudaryanto. (Dian/Aris).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here