DPRD Kendal, Partai Amanat, Demokrat dan PKS Koalisi Jadi Satu Fraksi

45 anggota dewan DPRD Kendal periode 2019-2024 saat dilantik dan diambil sumpah jabatan beberapa hari lalu.

SIGIJATENG.ID, Kendal – Beberapa hari paska pengambilan sumpah jabatan, sejumlah partai politik di DPRD Kendal yang meraih kursi kurang dari empat, melakukan koalisi untuk membentuk fraksi. Diantaranya yang sudah membentuk koalisi fraksi yakni PAN yang mendapat tiga kursi, Demokrat tiga kursi, dan PKS dua kursi yang diberi nama Fraksi Amanat Demokrat Sejahtera. 

Kini, ke empat partai politik peraih suara terbanyak dalam Pemilu Legislatif 2019 Kabupaten Kendal mengusulkan nama-nama dari masing-masing kadernya ke DPP. Diantaranya yakni PKB yang meraih suara terbanyak dan berhak atas jabatan ketua DPRD. Sementara tiga lainnya yakni PDI Perjuangan, Partai Gerinda, dan PPP. Ketiganya akan menduduki jabatan wakil ketua DPRD.

Partai pemenang Pemilu 2019 di Kendal tersebut, sudah mengusulkan sejumlah nama kadernya untuk menjabat Ketua DPRD. Beberapa kader bahkan telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan pimpinan dewan. “Tentu siapa yang ditunjuk itulah yang terbaik,” kata Ketua DPC PKB Kendal Muhammad Makmun.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kendal, Akhmad Suyuti, menyatakan, pihaknya mengusulkan tiga orang nama untuk ditunjuk menjadi pimpinan. Mereka terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara. Ketiganya menjadi anggota DPRD periode 2019-2024 yakni Akhmad Suyuti, Bintang Yudha Daneswara, dan Wiwit Widaryanti.

“Kami sudah usulkan tiga nama ke DPP. Usulan sudah kami layangkan sejak pekan lalu. Siapa yang akan ditunjuk, kami menunggu rekomendasi dari DPP,” kata Suyuti melalui sambungan selularnya, Minggu (18/8/2019).

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD dari PPP yang dituakan yakni Abu Suyudi. Dia menyatakan, partainya mengirimkan tiga nama untuk digodok sebagai pimpinan dewan. Mereka terdiri atas Maberur yang menjabat sekretaris, M Thohir bendahara. “Sudah kami ajukan dan menunggu hasil rekomendasi dari pimpinan di pusat,” terangnya.

Demikian halnya dengan Partai Gerindra mengusulkan enam kader yang semuanya terpilih menjadi anggota dewan. Salah satu kader partai, Ainurrochim, menyatakan, pengusulan nama merupakan wewenang dari pengurus partai. “Enam anggota dewan terpilih dari Partai Gerindra tidak ada satu pun yang menduduki jabatan di struktural partai. Kami serahkan semua nama enam kader yang menjadi anggota dewan. Siapa yang bakal ditunjuk, itu wewenang DPP,” tandasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here