Ditengarai, Dukun-dukun Ikut Ramaikan Pilkades Serentak di Sragen

Balai desa Toyogo, salah satu desa yang ikuti pilkades serentak. (foto santo/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Sragen – Praktek perdukunan ditengarai marak mewarnai pelaksanaan Pemilihan kepala Desa (Pilkades) serentak di Sragen. Indikasi munculnya praktek perdukunan dalam Pilkades dikecam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen, Minggu (15/9/2019). MUI Sragen mengharamkan sejumlah praktek perdukunan dalan Pilkades.

Ketua MUI Sragen K.H Minanul Aziz melalui Sekretaris MUI Muhammad Fadlan hasil muyawarah ulama Sragen menyikapi agenda Pilkades serentak yang akan dilakkan 26 September agar para calon kades maupun tim suksesnya tidak datang pada para dukun. Pihaknya melihat fenomena menemui dukun pada saat menjelang pilkades banyak dilakukan.

”Jangan main dukun, karena banyak saat ini. Kami menekankan tidak ke dukun karena itu tindakan irasional dan bertentangan dengan agama,” bebernya. 

Dia menekankan menemui dukun pada saat ini bukan isapan jempol saja. Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada saja calon kades yang menemui dukun. Padahal itu dinilai tidak masuk akal untuk meraup suara. Selain itu, pada saat ini yang perlu diwaspadai yakni adanya para botoh atau petaruh. Mereka dinilai bisa menjadi biang malapetaka. Karena adanya botoh bisa merusak sistem dan selama enam tahun desa bisa dipimpin orang yang tidak tepat.

”Kalau kemasukan botoh, sistemnya jadi rusak. Bisa jadi malah salah milih pemimpin. Jadi sesuai dengan kata hati siapa yang akan dipilih,” tegasnya. 

MUI juga menilai ada sejumlah masalah menjelang pemilihan pada 26 September nanti. Salah satunya ada calon kades yang digugurkan. Fadlan menilai kasus yang terjadi di Desa Toyogo Kecamatan sambungmacan telah menciderai harga diri seseorang.

”Kalau saya lihat itu melukai harga diri seseorang. Jadi sah-sah saja jika mengambil langkah hukum. Panitia dan lembaga yang menguji juga harus berani menghadapi resiko karena kurang cermat dan main-main,” ujarnya. (santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here