Dirjen PKTN Kemendag Musnahkan Barang Import Ilegal Rugikan Negara Rp 6 Miliar

SIGIJATENG.ID, Semarang – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Dirjen (Dirjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) melakukan pemusnahan barang hasil temuan impor tidak sesuaiizin di Saloka Part Jalan Fatmawati, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/9). 

Barang yang dimusnahkan merupakan hasil temuan kegiatan pengawasan tata niaga impor di luar kawasan pabean (post border) periode Januari—Agustus 2019 di wilayah Jawa Tengah. 

Total kerugian yang dialami negara atas peristiwa itu, negara mengalami kerugian Rp 6 miliar karena proses import yang tidak sesuai aturan.
Adapun barang yang dimusnahkan terdiri dari mainan anak, bahan baku plastik, dan sepeda roda dua. Barang tersebut berasal dari empat pelaku usaha atau importir. 

Pelanggaran yang dilakukan importir tersebut adalah kelengkapan izin impor tidak sesuai larangan dan pembatasan barang yang diimpor.

”Dari kegiatan pengawasan, ditemukan importir yang melakukan pelanggaran, yaitu melakukan importasi tidak disertai perizinan impor yang sesuai. Maka, barang impor tersebut dikenakansanksi pemusnahan,” ujar Direktur Jenderal PKTN Veri Anggrijono.

Veri menyampaikan, proses pengawasan terdiri pemeriksaan kesesuaian antara izinimpor milik pelaku usaha yang dikeluarkan Kemendag dengan barang yang diimpor. 

“Kegiatan ini dilakukan setelah barang keluar dari kawasan pabean dengan tujuan mendorong percepatan usahadan investasi di Indonesia,” katanya.
Veri menjelaskan, mekanisme pemeriksaan disebut program post border bertujuan mempermudah pelaku usaha dalam melakukan importasi. 

“Namun, sebagai konsekuensinya Kemendag akan memperketat pengawasan barang impor di luar pabean,” jelas Veri.

Sementara itu, Direktur Tertib Niaga Wahyu Widayat menandaskan, kegiatan pemusnahan diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku usaha yang tidak taat ketentuan. 

“Pemusnahan akan akan dilakukan di beberapa daerah lainnya,” tandasnya.

Selain pemusnahan, Wahyu menambahkan, Kemendag melakukan pemblokiran izin impor terhadap beberapa pelaku usaha yang melanggar aturan.

“Tak ada kompromi bagi importir yang tidak taat atau menyalahgunakan aturan, kalau perlu blokir nama pelaku usahanya dan/atau kenakan sanksi pidana,” pungkas Wahyu.(Parwito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here