Dibekuk, Enam Orang Ini Edarkan Pil Trihex ke Kalangan Pelajar SMP/SMA Kendal

Jajaran Satresnarkoba Polres Kendal berhasil mengamankan enam pelaku pengedar pil Trihex dan dua pemakai narkoba sabu-sabu dalam gelar perkara di Mapolres Kendal, Senin (11/3/2019). (foto dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Ratusan butir pil Trihex yang siap diedarkan oleh enam pelaku penjual dan pemakai narkoba jenis itu berhasil diamankan jajaran Satresnarkoba Polres Kendal. 

Dari keterangan yang didapat dari enam pelaku ratusan pil trihex tersebut rencananya hendak diedarkan dan dijual ke anak-anak remaja usia sekolah di Kabupaten Kendal. 

Enam tersangka yang dibekuk polisi, yakni Arifin (37) warga Ngaliyan Semarang, Hari Nugroho (38) warga Sarirejo Kaliwungu, Muh Rizal (23) dan Rizky Ramadhani (22) warga Karangayu Cepiring, Ade Yoga (28) dan Dony Prasetyo (29) warga Sukorejo. 

Kasatresnarkoba, AKP Suhadi Prayitno mengatakan sebanyak 350 pil trihex serta enam tersangka ini berhasil diamankan atas informasi masyarakat dan penyidikan yang dilakukan petugas.  

“Kami melakukan penyergapan di sebuah rumah di Desa Karangayu, Cepiring milik salah satu tersangka pada bulan Januari lalu. Dari situ kami berhasil mengamankan tersangka lainnya ” katanya, saat press release yang digelar di Mapolres Kendal, Senin (11/3/2019).

Disampaikan, narkoba jenis pil trihex yang diamankan petugas diantaranya pil kecil berwana putih dengan simbol huruf Y dan LL. Pil tersebut dijual secara paketan yakni seharga 10 ribu untuk tiap paket berisikan tiga pil. 

“Para tersangka tidak masuk dalam jaringan sindikat narkoba besar lainnya. Mereka tergolong pemain baru, membeli pil dari Semarang lalu dijual kembali. Yang menjadi target adalah pelajar SMP dan SMA,” terang Kasatresnarkoba AKP Suhadi Prayitno. 

Tak hanya mengamankan enam pelaku pengedar pil Trihex, lanjut Kasatresnarkoba, pihaknya juga berhasil mengamankan dua orang warga Kendal yang kedapatan tengah pesta memakai narkoba jenis shabu. 

“Kedua pemakai narkoba jenis sabu-sabu yang kami amankan ini yakni Susilo (44) warga Sukomulyo Kaliwungu Selatan dan Trubus Junaidi (29) warga Plantaran Kaliwungu Selatan,” imbuhnya. 

Sementara salah seorang pelaku pengedar dan penjual pil tersebut, Arifin mengatakan biasanya para remaja yang hendak membeli pil trihex cara memesan melalui aplikasi Whatsapp.

“Sudah hampir empat bulan ini, saya menjual pil trihex itu. Barang saya beli dari Semarang, lalu saya jual kembali dengan paketan berisi tiga butir pil seharga 10 ribu rupiah tiap paketnya. Kebanyakan anak sekolah yang membeli dengan cara pesan lewat WA,” ungkap warga Ngaliyan Semarang ini. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here