Dibangun, Pasar Pagi Kaliwungu Disiapkan Dana Rp 34,68 Miliar

Pasar Pagi Kaliwungu yang berada di pinggir ruas jalur jalan raya Kaliwungu Kendal tahun ini siap dibangun oleh Kementerian PUPR RI.

SIGIJATENG.ID, Kendal – Hampir dua tahun, Pasar Pagi Kaliwungu Kendal yang ludes terbakar pada Agustus 2017 lalu hingga menyebabkan ratusan pedagang harus kehilangan tempat usahanya tersebut segera dibangun. Pembangunakan dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dengan anggaran Rp 34,678 Miliar.

Mengenai proses pembangunan, jauh sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Subaedi menyatakan, jika pihaknya telah melakukan pengurusan ijin UKL dan UPL ke Dinas Lingkungan Hidup dan andal lalin di Dinas Perhubungan Kendal. Andal lalin bertujuan mengetahui dampak arus lalu lintas selama proses pembangunan pasar.

Terkait pasar sementara dibangun di lahan kosong sebelah barat Kantor Kecamatan Kaliwungu, pemilihan tersebut juga berdasarkan permintaan pedagang. “Pembangunan pasar sementara dianggarkan Rp 700 juta melalui APBD Kendal. Paket lelang sudah kami serahkan ke Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa,” terangnya, Selasa (2/7/2019).

Sementara itu, Ketua Tim Teknis DED Pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu Sugiyono juga mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan rapat akhir tentang pembangunan pasar itu yang diikuti sejumlah instansi terkait. “Pasar dibangun menggunakan anggaran APBN sebesar Rp 34,678 miliar. Tentunya tetap mempertahankan kearifan lokal yang ada,” katanya.

Ia mengungkapkan, Pasar Pagi Kaliwungu yang berada di pinggir ruas jalur jalan raya Pantura Kendal tersebut memiliki luas lahan 16.035 meter persegi. Namun, luasan bangunan yang dibangun hanya sekitar 9.900 meter persegi.

“Selain membangun kios dan los, juga dibangun mushala, ipal, MCK, dan kantor pengelola. Pembangunan pasar ini nantinya membutuhkan waktu 16 bulan. Kami sudah mengajukan ijin ke Kementerian Keuangan RI jika pembangunan pasar lebih dari satu tahun,” beber Sugiyono.

Sedangkan mengenai proses lelang pasar, lanjut dia, bakal segera dilakukan. Lelang nantinya dilakukan oleh Balai Pengadaan Barang dan Jasa Kementerian PUPR. Pihaknya berharap di bulan Juli ini sudah masuk proses lelang.

“Harapannya, Agustus atau selambatnya September 2019 ini sudah mulai dibangun. Pembangunan pasar nantinya dilakukan pemerintah pusat. Sedangkan untuk UKL, UPL, andal lalin, dan pasar sementara menjadi wewenang Pemerintah daerah yakni Pemkab Kendal,” tandasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here