Daksayini Burger & Kebab, Varian Rasa Lidah Indonesia dengan Harga Bersahabat

Suasana Warung Daksayini Burger & Kebab yang ramai pengunjung, Jumat (4/10). (Foto Titis/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Warung Burger dan Kebab beralamat Jl. Patemon Raya, Sekaran-Gunungpati, Semarang ini mengusung menu Timur Tengah dan Amerika ala lidah Indonesia.

Seperti namanya, Daksayini Burger & Kebab, merupakan warung jajanan yang menjual burger dan kebab dengan varian rasa yang beragam.

“Sebenarnya yang membedakan burger dan kebab kami dengan penjual lain terletak di varian isi. Seperti patty burger dengan pilihan rasa Ori dan spesial Daksayini. Kalau kebab, ada pilihan isi daging, kentang, sosis, atau mixing dari ketiganya,” jelas Nila, owner Daksayini Kebab & Burger kepada sigijateng.id, Sabtu (5/10/2019).

Banyaknya modifikasi varian rasa yang terletak pada isi inilah yang menjadi ciri khas dari warung Daksyasini dibanding dengan warung atau penjual burger dan kebab lain.

“Ada sekitar 14 pilihan menu untuk burger dan 9 pilihan menu untuk kebab. Semuanya hasil modifikasi kami sendiri. Meskipun roti dan tortilla kami pesan di agen, tapi patty kami buat sendiri. Di burger patty Ori dan patty Daksyasini. Di kebab kami sesuaikan selera pengunjung, seperti kebab vegetarian—tanpa daging, kebab daging, kentang atau mixing. Dan kami menambahkan protein lain sebagai pengisi, seperti keju cheddar, mozarella dan telur,” ungkapnya lagi.

Bagi Nila, warung yang buka setiap hari mulai pukul 13.00 s.d 00.00 WIB dan dirintis sekitar 6 bulan yang lalu ini, memiliki harga yang pas untuk target pasarnya. 

“Secara harga variatif. Antara Rp 13.000 sampai Rp 21.000. Sesuai dengan kantong mahasiswalah,” tambahnya.

Selain burger dan kebab, ada berbagai pilihan menu lain. Tacos, camilan—kentang goreng, sosis goreng, serta berbagai minuman.

Omset warung yang terletak tidak jauh dari kampus Unnes ini dikatakan Nila rata-rata sekitar 3 juta/bulan.

“Sementara perkembangannya cukup signifikan, yang paling melesat pesanan di Grab/Go-food,” jelasnya. Meskipun begitu, Nila mengatakan bahwa sejauh ini kendala dari usahanya terletak pada pemasaran yang masih terbatas di area Unnes. (Titis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here